Ekonomi Bisnis

Harga Ayam Stabil, Tapi Pembeli Sepi

PALANGKA RAYA kalteng.co – Penjua­lan daging ayam kampung di pasar besar Kota Palangka Raya turun tajam. Padahal pada hari-hari besar keagamaan maupun pergantian tahun, biasanya para pedagang ayam kampung dan ayam potong bisa meraup untung sangat besar.

“Penjualan turun berkisar 50 persen. Bahkan di tahun ini, saat hari-hari besar seperti Natal penjualan kami sangat turun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Ma­skur Fadilah, salah satu peda­gang daging ayam kampung di kawasan pasar besar, Palangka Raya, Selasa (29/12).

Menurut dia, turunnya omzet penjualan daging ayam kampung saat hari-hari besar tersebut, bukan karena harga daging ayam kampung naik. Itu disebab­kan pandemi Covid-19.

“Ayam yang kami jual tidak ada kenaikan harga. Untuk ayam kampung yang su­dah bersih ini kami jual per ekor Rp75 ribu, tetapi minat masyarakat masih kurang. Mungkin perekonomian mereka sedang mengalami penurunan karena Covid-19, sehingga kami terkena dampaknya,” ungkap Maskur.

Meski omzetnya menurun tajam, Maskur tetap bersyukur. Pasalnya, masih diberikan kesehatan dan rizki, sehing­ga masih bisa memberikan upah untuk karyawannya. Meski begitu, Maskur sangat berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga per­ekonomian masyarakat bisa normal kembali.

“Untuk masyarakat Pa­langka Raya apabila ingin berbelanja jangan takut datang ke sini, selama kita semua mematuhi protokol kesehatan, maka semua aman dan baik-baik saja,” tandasnya. (uut/aza)

Related Articles

Back to top button