Konsumsi Pertalite Meningkat di Enam Wilayah Kalimantan

Yang Menerapkan Program Langit Biru
konsumsi pertalite
MENGISI BBM : Kenaikan konsumsi BBM yang memiliki RON tinggi selama pemberlakuan PLB tidak hanya dialami oleh jenis Pertalite saja, namun dialami juga oleh produk BBM non subsidi lainnya. (PERTAMINA UNTUK KALTENG.CO)

PALANGKA RAYA, kalteng.coKonsumsi BBM Pertalite meningkat di enam wilayah yang menerapkan Program Langit Biru (PLB) di Kalimantan.

PLB di luncurkan pada akhir Maret lalu pada sejumlah SPBU di 6 wilayah Kalimantan. Yaitu Kota Pontianak, Mempawah, Kotawaringin Timur, Balikpapan, Samarinda dan Banjarmasin.

PLB ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan BBM yang berangka RON (Research Octane Number) tinggi 90 yang di miliki oleh jenis Pertalite. Nilai RON tinggi menghadirkan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Berita Terkait….Idulfitri, Pertamina Prediksi Kebutuhan BBM Meningkat

Kenaikan konsumsi BBM yang memiliki RON tinggi selama pemberlakuan PLB tidak hanya di alami Pertalite saja, namun juga produk BBM Non Subsidi lainnya.

Baca Juga:  Honda Vario 150 Makin Canggih dan Pintar

“Kami mencatat selama kurun waktu dua bulan terakhir ini, BBM non subsidi jenis Pertamax, Pertamax Turbo di wilayah yang menerapkan PLB mengalami peningkatan konsumsi yang cukup signifikan,” terang Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR Kalimantan, Susanto August Satria.

Lebih lanjut Satria menerangkan, kenaikan konsumsi tersebut untuk Pertalite naik 57 persen. Dari konsumsi rerata sebelum PLB 547 KL/hari menjadi 861 KL/hari. Pertamax mencatat kenaikan 20 persen dengan konsumsi sebelum PLB 130 Kl/hari menjadi 157 KL/hari. Sedangkan Pertamax Turbo yang mempunyai nilai RON paling tinggi yaitu 98 di kelas produk Gasoline mencatat kenaikkan konsumsi 17 persen, sebelum PLB konsumsi di 6,9 Kl/hari menjadi 8,1 KL/hari.

Baca Juga:  Impor Kalteng Berasal dari Tiga Negara

“Dari catatan dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini. Maka dapat di simpulkan masyarakat sudah lebih mempertimbangkan dan memilih produk Pertamina dengan nilai RON tinggi. Sebab terbukti lebih ramah lingkungan, pembakaran sempurna, jarak tempuh lebih jauh dan pastinya menjaga performa mesin lebih awet,” jelas Satria.

Saat sosialisasi PLB di SPBU MT Haryono, operator SPBU mengungkapkan, beberapa kali ia menemukan pengemudi ojek online menggunakan produk Pertamax. Salah satunya Supriyanto warga Balikpapan, ungkap Haryono. Menurut dia, Supriyanto menggunakan Pertamax untuk kendaraannya selama bekerja.

 “Menggunakan Pertamax, mesin motornya lebih awet, tarikan lebih enteng dan pastinya jarak tempuh lebih jauh,” kata Haryono menirukan perkataan Supriyanto. (hms/aza)