Lapangan Pekerjaan Jasa Pendidikan Turun 0,88

PALANGKA RAYA – Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2020, lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) adalah jasa pendidikan 0,88 persen poin, pertanian 0,54 persen poin, konstruksi 0,45 persen poin, industri pengolahan 0,26 persen poin dan administrasi pemerintahan 0,23 persen poin.
“Disusul transportasi dan pergudangan 0,23 persen poin, pengadaan listrik, air, gas 0,19 persen poin, akomodasi dan penyediaan makan minum 0,14 persen poin dan jasa perusahaan keuangan dan informasi 0,12 persen poin,” ucap Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Dr Ambar Dwi Santoso, belum lama ini.
Sementara itu, untuk tiga lapangan pekerjaan yang memiliki distribusi tenaga kerja paling banyak adalah pertanian, kehutanan dan perikanan 38,15 persen. “Disusul perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil serta adminitrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial masing-masing 17,36 persen dan 7,55 persen,” katanya.
Ambar melanjutkan, untuk lapangan usaha yang mengalami peningkatan persentase penduduk bekerja terjadi pada lapangan pekerjaan perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil 1,78 persen poin, pertambangan dan penggalian 0,63 persen poin.
“Untuk jasa lainnya 0,36 persen poin. Sedangkan jasa kesehatan dan kegiatan sosial 0,26 persen poin,” terangnya.
Ambar menjelaskan, dari seluruh penduduk bekerja pada Agustus 2020, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/ karyawan/pegawai 41,07 persen. Diikuti status berusaha sendiri 22,31 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar 14,14 persen dan pekerja keluarga 12,38 persen, pekerja bebas nonpertanian 3,55 persen dan pekerja bebas pertanian 3,42 persen.
“Sementara penduduk yang bekerja dengan status pekerja berusaha dibantu buruh tetap atau dibayar memiliki persentase yang paling kecil yaitu 3,13 persen,” ungkapnya.
Berdasarkan status pekerjaan utama tersebut, penduduk bekerja dapat dikategorikan menjadi kegiatan formal dan informal.
“Berdasarkan identifikasi ini, maka pada Agustus 2020 sebanyak 582,65 ribu orang atau 44,20 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal dan 735,48 ribu orang atau 55,80 persen bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir pekerja informal meningkat 4,78 persen poin dibandingkan Agustus 2019,” tandasnya. (aza)




