Masyarakat Keberatan Cek Saldo dan Tarik Tunai Kena Biaya

masyarakat keberatan
TRANSAKSI : Pengguna ATM saat melakukan transaksi di salah satu ATM yang ada di Kota Palangka Raya.

PALANGKA RAYA, kalteng.coMasyarakat keberatan dengan kebijakan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang memberlakukan tarik tunai dan cek saldo Bank BUMN seperti Mandiri, BRI, BNI dan BTN di ATM link kena biaya. Untuk cek saldo sebesar Rp2.500 dan tarik tunai Rp5 ribu, dari semula Rp 0 atau gratis.

Menanggapi kebijakan tersebut, para nasabah merasa keberatan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti ini pendapatan masyarakat menurun, di tambah dengan di berlakukannya kebijakan itu tentu akan menambah beban pengguna ATM.

“Mungkin untuk transaksi lainnya saya anggap wajar, tetapi kalau cuma sekadar mengecek saldo, masa di kenakan biaya juga. Hal ini saya anggap sangat membebani kami pengguna ATM. Saya sangat keberatan,” ujar Andi, saat hendak bertransaksi di salah satu ATM di Palangka Raya.

Berita Terkait…..Bank Mandiri Mempererat Silaturahmi dengan Awak Media

Menurut Andi, setiap bulan ada biaya administrasi pemotongan untuk ATM, tetapi kenapa cuma sekadar cek saldo nasabah harus di bebani dengan biaya tambahan tersebut. Ia menyebut, kebijakan tersebut harusnya memperhatikan kondisi masyarakat saat ini.

Baca Juga:  Ini Investasi Pasar Modal yang Minim Risiko

“Kasihan para pelaku UMKM yang kerjaannya transaksi melalui ATM, setiap hari bisa beberapa kali transaksi,” ucapnya.

Andi berharap kepada Pemerintah dan Himbara untuk memperhatikan hal tersebut dan tidak mengambil kebijakan yang semakin menyusahkan masyarakat.

“Berpikir dulu lah kalau mau mengambil kebijakan ini. Masyarakat sudah susah saat pandemi ini. Jadi jangan di tambah susah. Perekonomian kita sudah mulai sedikit demi sedikit membaik. Jadi dengan adanya kebijakan ini jangan sampai masyarakat merasa di rugikan,” ungkap Andi.

Di tempat yang sama, pengguna ATM, Sri meminta kebijakan cek saldo dan tarik tunai tidak di berlakukan. “Jangan di kenakan biaya, karena saat ini kita masih dalam masa sulit, jadi jangan di tambah sulit,” tuturnya.

Sementara itu, Himbara dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) sepakat menjadwalkan kembali implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai yang di lakukan di mesin-mesin ATM Merah Putih atau ATM dengan tampilan ATM Link. Artinya, penyesuaian tarif yang pada awalnya akan di implementasikan pada 1 Juni 2021 di tunda.

Baca Juga:  Beli Honda Vario Dapat Diskon dan Potongan Tenor

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menegaskan, meski tarif tranksasi di ATM Link nantinya akan di sesuaikan, para nasabah Himbara masih bisa menikmati layanan cek saldo dan tarik tunai secara gratis melalui ATM yang berlogo sama dengan penerbit kartu. Misalnya pemilik kartu ATM BNI tidak di kenakan biaya transaksi tersebut jika di gunakan di ATM Link BNI.

“Nasabah juga memiliki pilihan untuk melakukan pengecekan saldo secara gratis melalui layanan mobile banking,” ungkapnya dalam keterangannya, Selasa (1/6/2021).

Setelah perubahan tarif nanti di berlakukan, BRI, BNI, Mandiri, dan BTN yang bergabung dalam layanan ATM Link memastikan layanan transaksi di ATM Link akan lebih baik, dengan jaringan yang luas. (uut/jpg)