Ekspor Batu Bara 56,69 Persen

PALANGKA RAYA kalteng.co – Secara kumulatif ekspor di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral, berupa batu bara dengan nilai sebesar US$760,41 juta atau berkontribusi sebesar 56,69 persen dari total ekspor.
“Lemak dan minyak hewani nabati, bijih kerak, dan abu logam, serta karet dan barang dari karet juga menjadi komoditas unggulan ekspor Kalteng. Ketiga komoditas tersebut berkontribusi sebesar 31,03 persen dari totalekspor selama Januari-September 2020,” ujar Kepala Bidang Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Akhmad Tantowi, baru-baru ini.
Sementara komoditas impor utama selama September 2020, lanjut dia, adalah mesin atau pesawat mekanik US$4,17 juta, berbagai produk kimia US$0,19 juta, bahan kimia anorganik US$0,02 juta dan plastik dan barang dari plastic US$0,005 juta.
“Pada bulan ini tidak terdapat impor bahan bakar mineral. Terjadi peningkatan yang signifikan pada impor mesin atau pesawat mekanik berupa mesin industri minyak kelapa sawit sebesar 595,00 persen. Impor berbagai produk kimia berupa katalisator juga mengalami peningkatan sebesar 58,33 persen dibanding bulan sebelumnya,” bebernya.
Secara kumulatif, tambah Akhmad Tantowi, impor seluruh komoditas selama Januari-September 2020 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kecuali bahan kimia anorganik yang mengalami kenaikan sebesar 260,87 persen.
“Kebutuhan impor masih didominasi oleh kelompok komoditas bahan bakar mineral senilai US$10,15 juta atau 41,44 persen dari total impor. Impor mesin atau pesawat mekanik menempati urutan kedua dengan nilai kumulatif sebesar US$8,88 juta dan berkontribusi 36,26 persen terhadap total impor,” tandasnya. (aza)



