Ekonomi Bisnis

Terjun Bebas, Ekspor Sektor Pertanian Turun 99,02 Persen

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Nilai ekspor sektor pertanian di Provinsi Kalimantan Tengah pada Mei 2021 mengalami penurunan senilai US$3,03 juta (99,02 persen) dibandingkan April 2021. Penurunan ini disebabkan turunnya ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit, getah alam lainnya, dan ikan hias.

“Ekspor komoditas tanaman hidup lainnya mengalami peningkatan. Kontribusi ekspor komoditas hasil pertanian relatif kecil, hanya 0,01 persen terhadap total ekspor Kalimantan Tengah,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Akhmad Tantowi, baru-baru ini.

Akhmad Tantowi menjelaskan, seluruh komoditas ekspor Kalimantan Tengah pada Mei 2021 merupakan komoditas barang non migas. Selama Mei 2021 nilai ekspor Kalimantan Tengah mencapai US$284,43 juta atau mengalami peningkatan 15,76 persen dibanding April 2021 yang senilai US$245,71 juta.

Berita Terkait…..Ekspor Kalteng ke Jepang, Singapura dan Tiongkok 57,87 Persen

“Total volume ekspor Kalimantan Tengah Mei 2021 juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 29,87 persen (467,49 ribu ton) dibandingkan total volume ekspor April 2021,” ungkapnya. 

Akhmad Tantowi melanjutkan, untuk komoditas ekspor lainnya yang mengalami penurunan diantaranya adalah emas, minyak kelapa sawit, TNSR 20 (karet alam), bungkil dari biji atau kernel kelapa sawit, titanium oksida, mebel dan pakaian.

“Di sisi lain, ekspor Palm fatty acid distillate (hasil samping dari pemurnian CPO), kayu dan sarung tangan dari serat sintetik mengalami peningkatan. Ekspor komoditas hasil industri mempunyai kontribusi 31,70 persen terhadap total ekspor Kalimantan Tengah,” terangnya.

Sementara itu, tambah dia, untuk ekspor sektor tambang mempunyai kontribusi yang paling besar terhadap total ekspor di Provinsi Kalimantan Tengah pada Mei 2021, yaitu mencapai 68,29 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ekspor hasil tambang mengalami peningkatan senilai US$69,98 juta (56,57 persen).

“Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan ekspor komoditas batubara, lignit, bijih seng, dan bijih timbale,” ujarnya.

“Di sisi lain, lanjut dia, ekspor komoditas bijih zirconium dan pasir zirconium silikat mengalami penurunan. Pada Mei 2021, ekspor hasil industri senilai US$90,17 juta. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami penurunan senilai US$28,43 juta atau 23,97 persen,” tandasnya. (aza)

Related Articles

Back to top button