Ekonomi Bisnis

Transaksi Ekspor melalui Pelabuhan di Kalteng US$40,42 Juta

PALANGKA RAYA – Kontribusi layanan transportasi perdagangan ekspor seluruh pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan. Dari 30,48 persen pada Agustus 2020 menjadi 34,27 persen pada September 2020.

“Transaksi ekspor melalui pelabuhan di Kalteng senilai US$40,42 juta, yaitu melalui Pelabuhan Kumai US$35,32 juta, Pangkalan Bun US$2,68 juta, Sampit US$1,50 juta dan Pulang Pisau US$0,92 juta,” ucap Kabid Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Akhmad Tantowi, baru-baru ini.

Lanjut dia, sedangkan layanan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain senilai US$77,53 juta, sebagian besar melalui Banjarmasin US$43,41 juta, Tanjung Perak US$12,03 juta dan Soekarno-Hatta US$8,94 juta.

Ia menambahkan, secara kumulatif, kontribusi layanan ekspor di Kalteng meningkat dari 20,54 persen Januari-September 2019 menjadi 27,23 persen Januari-September 2020. Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalteng senilai US$365,26 juta, terutama dilayani melalui Pelabuhan Kumai US$265,18 juta dan Sampit US$61,75 juta.

Sedangkan layanan ekspor melalui provinsi lain senilai US$976,17 juta, terutama melalui Pelabuhan Banjarmasin US$685,37 juta, Pelabuhan Tanjung Perak US$103,95 juta dan Bandara Soekarno-Hatta US$70,03 juta.

Bongkar muatan komoditas impor dari seluruh negara mitra dagang di luar negeri selama September 2020 dilakukan melalui Pelabuhan Kumai US$4,17 juta dan Sampit US$0,21 juta. Secara kumulatif, impor selama Januari-September 2020 dilayani melalui Pelabuhan Kumai US$12,32 juta dan berkontribusi sebesar 50,31 persen dari total impor.

“Pelabuhan Sampit menduduki posisi kedua dengan nilai US$9,50 juta dan berkontribusi sebesar 38,79 persen,” tandasnya. (aza)

Related Articles

Back to top button