Adat Jangan Sampai Mati Suri

RAPAT DEWAN ADAT: Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri saat memimpin rapat Dewan Adat Barsel di aula setda setempat, Kamis (23/9).
RAPAT DEWAN ADAT: Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri saat memimpin rapat Dewan Adat Barsel di aula setda setempat, Kamis (23/9).

BUNTOK,kalteng.co – Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri ST tidak pernah henti-hentinya untuk mengingatkan agar adat istiadat yang merupakan warisan leluhur jangan sampai mati suri. Karena warisan nenek moyang itu harus terus dilestarikan. Jangan sampai adat istiadat hilang begitu saja karena tak ada yang membudayakannya.

“Untuk itu semua tokoh adat, damang kepala adat dan semua pemangku kepentingan yang berhubungan dengan adat harus mengetahui tentang silsilah dan tatanan serta pengertian dari hukum adat itu sendiri,” kata Eddy Raya saat memimpin rapat Dewan Adat Barsel di aula setda setempat, Kamis (23/9).

Baca Juga:  Dalam Sepekan, Puluhan Ternak Babi Mati Mendadak di Murung Raya

Dengan memahami hukum adat, menurut bupati, maka para tokoh adat, atau damang kepala adat itu juga memiliki rasa tanggung jawab untuk mewariskan kepada para generasi muda sehingga adat itu sendiri tidak mati suri.

Ditambahkan bupati, agar hukum adat itu bisa terus berjalan di masyarakat dan menjadi salah satu acuan, maka hukum adat itu diminta sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hukum nasional, terutama menyangkut kearifan lokal.

Baca Juga:  Lagi, Pemerintah Geser Libur Hari Besar Islam

Eddy Raya Samsuri yang juga selaku ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Barito Selatan itu mengatakan, bahwa di Barito Selatan dihuni 5 suku asli. Yakni Ma’anyan, Dusun, Lawangan, Bakumpai dan Biyaju. Sejak dulu pula selalu hidup berdampingan dan membaur dengan aman dan damai hingga sekarang dengan pendatang dari suku apa saja.

“Karenanya melalui kebinekaan yang dimiliki dapat kiranya persatuan dan kesatuan selalu dipertahankan dalam bingkai NKRI,” tegas orang nomor satu di jajaran Pemkab Barsel itu. (ner/ens)