Begini Kesaksian Driver Taksi Online Yang Jadi Korban Pembegalan di Jalan Talawang

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Seorang driver taksi online, Hadi Prayetno (44), menjadi korban percobaan pembegalan di kawasan Jalan Talawang, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Selasa (3/9/2024) malam.
Dalam kesaksiannya, Hadi mengungkapkan, insiden bermula setelah ia mengantarkan seorang penumpang ke lokasi tujuan yang tertera di aplikasi. Setelah itu, Hadi menerima orderan baru dari seorang pelanggan yang meminta untuk dijemput di depan pintu gerbang Masjid Aqidah di Jalan Tambun Bungai.
“Setelah menghubungi calon penumpangnya, Hadi kemudian menuju lokasi penjemputan,” katanya ditemui awak media di kediamannya.
Menurutnya, sepanjang perjalanan menuju titik tujuan, kedua penumpangnya yang diketahui berasal dari Kalimantan Selatan ini tampak ramah dan mereka sempat terlibat dalam percakapan ringan sepanjang perjalanan.
“Penumpang meminta diantarkan ke Sekretariat CS yang terletak di Jalan Majapahit, Kelurahan Kalampangan,” ucap warga Jalan Mangga ini.
Untuk mempersingkat waktu, Hadi memutuskan untuk mengambil jalur pintas melalui jalur Adonis Samad memasuki Jalan Keranggan menuju Jalan Talawang hingga keluar ke wilayah Kalampangan.
“Namun, ketika tiba di Jalan Talawang, salah satu penumpang yang duduk di kursi depan sebelah kiri meminta Hadi untuk menepi dengan alasan ingin buang air kecil,” sebutnya.
Saat ia menepi, tiba-tiba penumpang yang duduk di belakang kursi pengemudi langsung menyerangnya dengan mencekik lehernya menggunakan seutas tali.
Sementara itu, penumpang yang duduk di depan mulai memukuli wajah Hadi. Dalam kondisi terdesak, Hadi berusaha melindungi dirinya dengan menangkis pukulan pelaku menggunakan tangan kiri.
Sementara tangan kanannya berusaha melepaskan jeratan tali dari pelaku yang berada di belakang. Dengan situasi yang semakin berbahaya, Hadi mencoba menarik perhatian warga sekitar dengan membunyikan klakson mobilnya menggunakan lutut kakinya.
“Disaat itu salah satu diantara dari pelaku ada yang berucap untuk ambil pistol… ambil pistol. Di waktu bersamaan juga, jeretan dari pelaku melemah dan saya berhasil menarik tali itu seraya berteriak Tolong Tuhan Yesus… Tolong Tuhan Yesus,” tegasnya.
Seketika setelah itu, kedua pelaku ini terlihat panik sehingga langsung keluar dari mobil dan masing-masing dari mereka kabur ke arah semak-semak untuk bersembunyi.
“Akibat kejadian itu, saya mendapatkan luka memar pada bagian leher dan mata sebelah kiri. Kemudian pada dahi juga terdapat luka hingga harus dilakukan penanganan sebanyak tujuh jahitan,” imbuhnya.
Diutarakannya, bahwa ciri-ciri dari pelaku itu tinggi badan mereka ada yang sekitar 160 cm dan 150 cm. Keduanya sama-sama menggunakan pakaian berwarna gelap dengan celana pendek hingga panjang.
“Kasus ini sudah saya laporkan ke pihak berwajib dengan harap kedua dapat segera diamankan. Dengan kasus ini juga saya berharap menjadi pelajaran bagi rekan driver taksi online lainnya untuk selalu berhati-hati,” tukasnya. (oiq)



