Hukum Dan Kriminal

Buntut Pembunuhan Polisi, Kampung Narkoba Ponton Diobrak-abrik

Dari kawasan itu, petugas kepolisian mengamankan sejumlah pria yang diduga hendak membeli narkoba. Mereka hanya bisa pasrah tanpa memberi perlawanan saat diringkus petugas.

Markas gembong narkoba ini menggunakan sistem pertahanan yang cukup kuat. Hal itu sempat menyita waktu bagi kepolisian untuk dapat menerobos masuk, momen itu digunakan para pelaku penyalahguna narkotika itu melarikan diri.

Di lokasi yang digerebek ini, petugas menemukan sebuah bangunan kayu yang diduga sebagai wadah mengonsumsi sabu.

Disekitar bangunan yang berukuran kurang lebih 15mx5m ini, ditemukan puluhan alat isap sabu (bong), pipet dan korek api yang sengaja ditinggal.

Wakapolresta Palangka Raya AKBP Andiyatna mengungkapkan, pihaknya bersama tim gabungan dari Polda Kalteng melakukan penertiban di Kompleks Ponton yang diduga sebagai ‘Kampung Narkoba’ ini.

“Dengan kekuataan 200 personel lebih, kami melakukan penindakan di lokasi diduga sering dijadikan wadah penyalahgunaan narkoba ini,” katanya usai penindakan.

Lanjutnya, dalam penertiban ini pihaknya melakukan penyisiran dari bagian depan. Sebelumnya memasuki wilayah yang diduga tempat penyalahgunaan narkotika ini banyak ditemukan pos pantau untuk mengawasi sejumlah orang ke luar masuk.

“Meski tidak menemukan para pelaku penyalahgunaan narkoba yang dimaksud, namun kami mendapati sejumlah barang yang diduga sebagai sarana mengonsumsi narkotika tersebut,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota kepolisian Biddokes Polda Kalteng berinisial AE diduga menjadi korban pembunuhan di Kompleks Ponton ini, Jumat (2/12/2022) kemarin.

Oleh sebab itu, aparat kepolisian ini melakukan penyisiran terhadap pelaku dan melakukan penindakan di lokasi yang diduga sangat kental dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika tersebut. (oiq)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button