Hukum Dan Kriminal

Cari Tahu Penyebab Kematian Bayi Berusia 16 Hari, Orang Tua Minta Bantuan Polda Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Cari tahu penyebab kematian bayi berusia 16 hari, orang tua minta bantuan Polda Kalteng. Kasus kematian seorang bayi mungil usai menjalani operasi kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kota Palangka Raya.

Peristiwa itu terjadi di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Anak pertama dari pasangan Afner Juliwarno dan Meske yang dirawat dinyatakan meninggal dunia pada 25 Januari 2024 lalu.

https://kalteng.co

Merasa ada yang janggal atas kematian buah hatinya itu, pasangan suami istri itu mendatangi Polda Kalteng untuk meminta bantuan agar dapat mengetahui pasti penyebab kematian anaknya.

https://kalteng.co

Afner mengatakan, kedatangan pihaknya ke Polda Kalteng untuk memberikan keterangan Laporan Informasi. Dimana istrinya telah dimintai keterangan atas peristiwa kematian anaknya.

https://kalteng.cohttps://kalteng.co

“Tentunya harapan kami disini adalah Polda Kalteng dapat membantu mengungkap dan mencari tahu penyebab sebenarnya dari meninggalnya anak saya itu,” katanya kepada awak media, Jumat (2/2/2024).

Lanjutnya, pada kematian anaknya yang diberi nama Abrahan Benjamin itu tentunya merasa sangat ada yang mengganjal. Ada beberap hal yang menurutnya itu tidak benar.

“Kejanggalan itu dari awal penanganan operasi sampai pada kematian. Seperti diagnosa mengapa harus dilakukan operasi ini berbeda dengan tindakan yang dilakukan,” urainya. 

Menurutnya, saat itu diagnosa dari dokter berbeda dengan penanganan yang diberikan. Awalnya tindakan yang dilakukan adalah untuk membuat kantong BAB, namun pada praktiknya tiba-tiba cuma usus yang bermasalah dipotong dan kemudian disambung kembali.

Usai dilakukan operasi, bayinya tak dimasukkan ICU, melainkan ke ruang biasa dan diruang terbuka atau tidak ditempatkan di kotak Incubator. Hingga saat kritis, pihak rumah sakit baru memindahkan anak Afner menuju ke ruang ICU.

“Jadi setelah operasi tidak dirawat diruang ICU, hanya di ruangan biasa tanpa kotak Incubator. Pada tanggal 25 baru dimasukkan ruang ICU karena kritis dan dihari itu juga dinyatakan meninggal dunia tepat sepekan usai menjalani operasi,” tegasnya.

Menurutnya, kejadian itu bermula saat ia membawa istrinya ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya untuk melakukan persalinan. Pada tanggal 9 Januari 2024, anaknya lahir ke dunia dengan kondisi yang kurang baik karena sulit buang air besar (BAB). 

“Akibat ada keluhan itu sehingga harus dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus pada 12 Januari. Setelah tiga hari dirawat, pihak Doris Sylvanus menyarankan untuk dilakukan operasi dan saya menyetujui dengan menandatangani surat persetujuan,” tutupnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button