Drama Liga Champions: Heboh! Dugaan Rasisme Prestianni ke Vinicius Jr & Kartu Merah Mourinho

KALTENG.CO-Dunia sepak bola Eropa kembali diguncang isu diskriminasi. Badan sepak bola tertinggi Eropa, UEFA, secara resmi telah membuka penyelidikan disipliner terkait insiden yang terjadi dalam laga play-off 16 besar Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid.
Fokus utama investigasi ini tertuju pada pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, yang diduga melontarkan ucapan bernada rasial kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Kronologi Insiden di Stadion Da Luz
Ketegangan memuncak pada laga leg pertama yang digelar di Stadion Da Luz, Rabu (17/2) dini hari WIB. Real Madrid berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Vinicius Junior. Namun, atmosfer pertandingan berubah seketika pasca gol tersebut.
Pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit setelah Vinicius melaporkan adanya ucapan ofensif kepada wasit yang bertugas. Menanggapi laporan tersebut, wasit segera mengaktifkan tahap awal protokol anti-diskriminasi UEFA.
Situasi di lapangan semakin memanas saat para pemain Real Madrid menuntut kejelasan dan perlindungan bagi rekan setim mereka.
Poin Penting dalam Laporan Pertandingan:
Dugaan Rasisme: Ucapan dari Gianluca Prestianni kepada Vinicius Jr.
Gangguan Penonton: Adanya pelemparan benda dari tribun penonton yang mengenai pemain Real Madrid.
Kartu Merah Pelatih: Pengusiran Jose Mourinho dari pinggir lapangan akibat protes berlebihan.
Ancaman Sanksi dan Regulasi UEFA
UEFA telah menunjuk Inspektur Etika dan Disiplin untuk melakukan investigasi menyeluruh. Bukti-bukti berupa rekaman video, audio, serta laporan resmi dari perangkat pertandingan kini tengah ditinjau.
Jika terbukti melanggar Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA mengenai perilaku rasis, Gianluca Prestianni terancam sanksi berat berupa larangan bertanding dalam jangka waktu lama.
Tak hanya pemain, Benfica sebagai klub tuan rumah juga dihantui sanksi denda hingga penutupan sebagian tribun stadion jika terbukti lalai mengendalikan massa.
Pernyataan Prestianni: Melalui media sosial, pemain berusia 19 tahun tersebut membantah tuduhan rasisme. Ia mengklaim bahwa insiden tersebut hanyalah “kesalahpahaman komunikasi” di tengah tensi tinggi pertandingan.
Vinicius Junior: Simbol Perlawanan Rasisme
Kasus ini menambah daftar panjang aksi diskriminasi yang menimpa Vinicius Junior dalam beberapa musim terakhir. Penyerang asal Brasil ini telah menjadi figur sentral dalam gerakan anti-rasisme di sepak bola elite Eropa.
Manajemen Real Madrid dikabarkan memberikan dukungan penuh secara moril maupun hukum kepada sang pemain. Bagi Madrid, perlindungan terhadap integritas pemain adalah prioritas utama di atas hasil pertandingan.
Menatap Leg Kedua yang Memanas
Dengan kemenangan agregat sementara 1-0 untuk Real Madrid, laga leg kedua di Santiago Bernabeu diprediksi akan berlangsung dengan atmosfer yang sangat panas. Kehilangan fokus akibat investigasi ini bisa menjadi kerugian besar bagi Benfica, terutama dengan absennya Jose Mourinho di pinggir lapangan.
Hasil penyelidikan UEFA tidak hanya akan menentukan nasib karier Prestianni, tetapi juga menjadi ujian bagi ketegasan UEFA dalam memberantas rasisme di panggung tertinggi sepak bola dunia. (*/tur)



