BeritaMETROPOLISUtama

Sukses Konservasi: KBS Surabaya Miliki 80 Ekor Komodo, Siap Lepas Liarkan ke Alam!

KALTENG.CO-Kabar membanggakan datang dari dunia konservasi satwa Indonesia. Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengumumkan rencana besar untuk melakukan restocking atau pengembalian lima ekor komodo (Varanus komodoensis) ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini mempertegas posisi KBS bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan lembaga konservasi yang sukses menjalankan fungsi pembiakan satwa dilindungi secara mandiri.

1. Komitmen Konservasi: Dari Breeding ke Restocking

Direktur Operasional PDTS Kebun Binatang Surabaya, Nurika Widyasanti, menjelaskan bahwa pelepasan satwa ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan legal sebagai lembaga konservasi. Menurutnya, keberhasilan breeding (pembiakan) harus diikuti dengan upaya mengembalikan populasi ke alam liar.

“Saat ini, beberapa komodo kami sedang diusulkan untuk restocking ke habitatnya, baik itu di Pulau Komodo maupun Pulau Flores,” ujar Nurika saat ditemui di area KBS, Senin (9/2/2026).

2. Populasi Komodo di KBS: Terbanyak di Indonesia

Keberhasilan KBS dalam menangani satwa purba ini memang tidak main-main. Saat ini, KBS tercatat sebagai pemegang koleksi komodo terbanyak di Indonesia dengan total mencapai 80 ekor.

Populasi tersebut mencakup berbagai rentang usia, mulai dari:

  • Komodo Remaja: Hasil pembiakan beberapa tahun terakhir.

  • Komodo Dewasa: Indukan produktif yang menjaga keberlangsungan genetika.

Karena populasi yang cukup padat dan sehat, manajemen merasa sudah saatnya sebagian dari mereka “pulang” untuk memperkuat ekosistem alami di habitat aslinya.

3. Proses Identifikasi dan Kelayakan

Melepas satwa yang lahir di penangkaran ke alam liar membutuhkan proses teknis yang ketat. Nurika menyebutkan bahwa lima ekor komodo yang terpilih kini tengah menjalani serangkaian prosedur medis dan biologis:

  1. Identifikasi Jenis Kelamin: Memastikan keseimbangan populasi di tempat pelepasan.

  2. Pemeriksaan Kesehatan: Memastikan satwa bebas penyakit dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

  3. Uji Kelayakan Perilaku: Mengamati kemampuan berburu dan adaptasi sebelum benar-benar dilepas.

4. Menunggu Restu Kementerian Kehutanan

Proses administrasi kini sedang berjalan. Manajemen KBS telah melayangkan pengajuan resmi melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk diteruskan ke Kementerian Kehutanan.

Pihak manajemen optimistis rencana ini akan berjalan lancar mengingat komodo adalah satwa prioritas nasional. Upaya pengembalian satwa ke alam merupakan pencapaian tertinggi bagi sebuah lembaga konservasi.

“Karena komodo ini termasuk satwa prioritas, kemungkinan besar pasti realisasi,” tambah Nurika dengan nada optimistis.

Mengapa Langkah Ini Penting bagi Ekosistem?

Upaya yang dilakukan KBS memiliki dampak jangka panjang bagi kelestarian satwa nasional:

  • Menghindari Inbreeding: Menjaga variasi genetik komodo di alam liar.

  • Kedaulatan Satwa: Memastikan populasi di habitat asli tetap stabil di tengah tantangan perubahan iklim.

  • Edukasi Publik: Membuktikan bahwa intervensi manusia melalui kebun binatang dapat memberikan kontribusi nyata bagi alam.

Rencana kepulangan lima ekor komodo dari Surabaya ke bumi Flores/Komodo menjadi kado indah bagi konservasi Indonesia di awal tahun 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya tidak hanya mampu memelihara, tetapi juga berhasil melestarikan sang naga terakhir untuk masa depan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button