Tidak Ada Tanda Kekerasan, Pendeta Murni Bunuh Diri
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tidak ada tanda kekerasan, pendeta murni bunuh diri. Pihak rumah sakit dalam hal ini Ahli Forensik telah melakukan visum et repertum terhadap jasad korban yang tewas dengan cara tidak wajar tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pendeta berinisial M ditemukan tewas gantung diri dalam kamar mandi kediamannya di Jalan Surung I, Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau, Senin (9/10/2023).
Ahli Forensik RSUD Doris Sylvanus dr Ricka Brillianty mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban baik itu dari benda tajam maupun benda tumpul.
“Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum, yang bersangkutan meninggal karena murni bunuh diri,” katanya, Selasa (10/10/2023).
Menurutnya, salah satu ciri orang meninggal dengan gantung diri adalah posisi lidahnya yang menjulur ke luar. Hal tersebut dikarenakan tali yang diikatkan pada leher almarhum menjerat sangat kencang hingga membuat almarhum tercekik.
“Ditubuh korban kami menemukan adanya bekas jeratan pada leher dan tangan menggenggam keras karena menahan rasa sakit akibat leher yang tercekik oleh tali,” ungkapnya. (oiq)




