DPRD MURUNG RAYAKabar DaerahLEGISLATIF

Cegah Konflik Sosial di Murung Raya, Dorong Sinergi Demi Stabilitas Investasi Daerah

PURUK CAHU, Kalteng.co – Upaya mencegah konflik sosial yang kerap muncul antara masyarakat dan perusahaan di wilayah Murung Raya, khususnya di Kecamatan Laung Tuhup, kini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi.

Dalam kegiatan sosialisasi penanganan konflik sosial yang digelar di aula Kantor Kecamatan Laung Tuhup, Sabtu (5/7/2025), Rumiadi menilai langkah ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial yang kondusif untuk menunjang iklim investasi di daerah.

“Sebagai pimpinan DPRD Murung Raya yang juga berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Laung Tuhup, saya menilai kegiatan ini penting. Konflik sosial harus dicegah agar tidak mengganggu keharmonisan dan keberlangsungan investasi di wilayah kita,” ujar Rumiadi, saat dihubungi Minggu (6/7/2025).

Rumiadi mengungkapkan, Kecamatan Laung Tuhup merupakan salah satu wilayah yang rentan terjadi gesekan antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Karena itu, pendekatan dialogis dan musyawarah dianggap sebagai solusi paling bijak dalam membangun kesepahaman antara kedua belah pihak.

“Dialog adalah jalan terbaik. Masyarakat dan perusahaan harus duduk bersama, mencari titik temu, agar semua pihak merasa dilibatkan dan dihargai,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Murung Raya, dan dihadiri oleh berbagai unsur penting seperti DPRD, Kejaksaan, Kepolisian, Kementerian Agama, serta akademisi. Tak kurang dari 17 kepala desa atau perwakilan desa di wilayah binaan perusahaan turut hadir, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial.

“Ini bentuk kolaborasi nyata. Ketika semua unsur hadir dan berbicara bersama, kita membangun pondasi sosial yang kuat untuk mendorong iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Murung Raya,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Dengan situasi daerah yang aman dan harmonis, Rumiadi meyakini investor akan lebih percaya diri menanamkan modalnya, sementara masyarakat juga merasakan manfaat langsung dari kegiatan ekonomi yang berkembang.

“Kita semua ingin kemajuan. Tapi kemajuan itu hanya mungkin terjadi kalau daerah kita aman, damai, dan saling menghargai,” pungkasnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button