PEMKAB BARITO SELATAN

DKPP Barito Selatan Temukan Kondisi Tanam Tumbuh di Areal Berlumpur Alami Gangguan Fisiologis

BUNTOK, Kalteng.co – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Barito Selatan menyampaikan bahwa tanam tumbuh di areal yang berlumpur mengalami gangguan fisiologis.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Barsel, Ida Safitri melalui JFT Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Rudi Hartono, Selasa (1/7/2025) mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan DKPP bersama masyarakat dalam investigasi yang dilakukan terkait dugaan pencemaran lingkungan hidup akibat aktivitas PT. Multi Tambangjaya Utama (MUTU) di sungai Singan, Dusun Luwir, Desa Muara Singan, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), disimpulkan dua hal.

Apa saja? Pertama adalah sebagian besar tanam tumbuh berupa tanaman pangan, perkebunan, maupun hortikultura pohon di perkebunan warga yang terdampak lumpur, mengalami gangguan fisiologis berupa kematian secara fisik.

“Berdasarkan pengamatan, bahwa baik itu tanaman pangan, perkebunan maupun tanaman hortikultura ini, ada terjadi gangguan fisiologis. Ini pengamatan dalam arti fisik,” terangnya.

Rudi mengatakan, telah terjadi pendangkalan di sungai Singan wilayah Dusun Luwir. Hal Ini mengakibatkan sungai yang di wilayah Luwir menjadi menyempit dan tidak mampu menampung debit air yang dikirim dari wilayah hulu sungai.

“Sehingga air yang berlebihan ini yang meluap dan membawa lumpur ke lahan pertanaman dan mengakibatkan tanaman itu tumbuh tidak normal atau terganggu,” jelasnya.

Sementara itu, kata dia lagi, kondisi tanaman yang berada di areal yang tidak terdampak lumpur, tanaman milik warga tumbuh dengan normal atau tidak mengalami gangguan fisiologis.

“Nah di bagian yang atas, (perkebunan) di dekat kuburan, disitu kondisinya (tanaman) yang normal. Karena memang tidak ada lumpur di areal itu,” kata Rudi.

Sementara Kepala DKPP Barsel, Ida Safitri, meminta, masyarakat bersabar menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel tanah atau lumpur yang diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barsel.

“Saran kita masih menunggu hasil uji lab tanahnya yang diambil oleh DLH,” ucapnya.

Nanti, kata dia, kalau sudah ada hasil uji lab tanah, pihaknya juga akan mengatakan persyaratan tumbuh tanaman itu.

“Jadi Kita sama-sama menjaga supaya tidak semakin panas, jadi kita menunggu hasil uji lab dan ini harus dibuktikan secara ilmiah. Kalau kasat mata, mungkin bisa salah kita menilai,” ujar Ida Safitri. (ner)

EDITOR: TOPAN

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button