Kabur ke Banjarmasin, Satu Penganiaya Ayah-Anak di Ponton Diborgol
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabur ke Banjarmasin, satu penganiaya ayah-anak di Ponton diborgol. Setelah melakukan serangkaian proses penyelidikan, akhirnya kepolisian mulai mengungkap peristiwa berdarah tersebut.
Pengungkapan yang dilakukan oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Pahandut ini, aparat kepolisian berhasil meringkus satu pria bernama Rudiansyah alias Boncek (46), Rabu (4/10/2023).
Kapolsek Pahandut Kompol Saipul mengatakan, satu dari dua pelaku dalam tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan Kompleks Ponton beberapa waktu lalu itu telah berhasil diamankan.
“Pelaku atas nama Boncek itu kini telah mendekam dibalik jeruji besi Rutan Mapolsek Pahandut. Sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam tahap pengejaran,” katanya ketika siaran rilis, pada Kamis (5/10/2023) siang.
Dijelaskannya, bahwa pelaku ini diamankan di wilayah Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Tersangka ini juga telah mengakui perbuatan penganiayaan yang dilakukannya tersebut.
“Untuk motifnya sejauh ini masih lakukan pendalaman lebih lanjut lagi. Yang pasti saat insiden itu terjadi pelaku ini bersama rekannya satu lagi itu dalam pengaruh minuman beralkohol,” tandasnya.
Untuk diketahui, pertikaian itu membuat dua korban merupakan ayah-anak bernama Malkan dan Oboy mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam pada beberapa bagian tubuhnya.
Sempat mendapatkan perawat medis secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, kini kondisi kedua korban tersebut berangsur membaik dan dapat beraktivitas seperti biasanya.
Insiden penganiayaan berat ini bermula ketika dua pelaku datang ke rumah korban sembari berteriak-teriak mencari keberadaan korban dengan membawa sebilah senjatan tajam (Sajam) jenis parang.
Merasa tertantang karena pihak sebelah membekali diri dengan sajam. Malkan lantas keluar membawa parang dan menghadapi keduanya. Ketika itu terduga pelaku dan korban terlibat perkelahian hingga korban tumbang.
Mendengar keributan diluar. Anak Malkan, Oboy turut keluar rumah membawa tombak untuk melindungi diri sebab tak tega melihat ayahnya tersungkur. Namun apesnya ternyata ia juga bersimbah darah terkena sabetan sajam lawannya. (oiq)




