Hewan Positif PMK Dinilai Tidak Membahayakan

KASONGAN, Kalteng.co – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Tengah, memang menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Bahkan tak sedikit warga mengurungkan niat membeli daging sapi, dan sejenisnya yang bisa terserang PMK.
Menyikapi keresahan ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Katingan menegaskan, hewan yang terkena atau positif PMK Dinilai tidak membahayakan bagi manusia, maupun untuk konsumsi.
“Sebab PMK ini sifatnya tidak menular ke manusia. Tuh kalau dikonsumsi dengan cara tertentu, juga tidak membahayakan. Misal tidak mengkonsumsi pada bagian yang sakit, seperti moncong, lidah, maupun kaki. Ini yang perlu untuk diketahui,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Katingan Yossy melalui drh Maurin Adventini pada Bidang Peternakan ketika mengikuti rapat membahas PMK di ruang Rapat Bupati Katingan, baru-baru ini.
Bahkan menurut dokter hewan ini, tingkat kesembuhan pada hewan yang terkena PMK ini mencapai 90 persen, dan bisa diobati. “Bahkan tingkat kematiannya juga kecil. Asalkan cepat dilakukan penanganan, atau pengobatan saja. Itu hasilnya pasti akan sembuh,” ungkapnya.
Waktu itu dia juga mengungkapkan, bahwa sebelumnya ada 11 hewan ternak yang sempat mengalami sakit di Kabupaten Katingan. Namun untuk penyakit dari hasil uji laboratorium, waktu itu masih belum keluar. Lokasi hewan yang sakit ini, berada di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing.
“Dari jumlah itu, ada 5 ekor ternak yang telah sembuh. Kami dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sendiri khususnya dari Bidang Peternakan, akan berupaya untuk melakukan penanganan terhadap hewan ternak yang dalam kondisi sakit. Sehingga bisa sembuh kembali,” ungkapnya.(eri)




