DPRD KOTAWARINGIN TIMURKabar DaerahLEGISLATIF

Legislator Imbau Warga Selatan Kotim Waspada Kemunculan Buaya Saat Banjir

SAMPIT, Kalteng.co – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Wahito Fajriannor, mengingatkan masyarakat di wilayah selatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan buaya, terutama saat banjir rob melanda daerah tersebut.

Politikus Partai Demokrat yang duduk di Komisi I DPRD Kotim itu menjelaskan, air pasang yang menyebabkan banjir di sejumlah titik berpotensi mendorong buaya keluar dari habitatnya dan masuk ke pemukiman warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat banjir dan air pasang, khususnya di wilayah selatan Kotim. Kondisi banjir bisa membuat buaya keluar dari habitatnya dan masuk ke area pemukiman,” ujar Fajriannor, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, banjir rob yang kerap melanda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko serangan buaya. Ia mencontohkan, sebelumnya pernah ada kejadian seekor buaya masuk ke halaman rumah warga di Samuda Kota, yang berbahaya terutama saat malam hari.

Wahito menambahkan, wilayah selatan Kotim memang termasuk daerah rawan kemunculan buaya karena berada di sekitar muara Sungai Mentaya, yang merupakan habitat alami satwa predator tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kemunculan buaya dilaporkan semakin sering terjadi.

Ia menduga, meningkatnya populasi buaya menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah rumah tangga atau bangkai ke sungai turut menarik buaya mendekat. “Ini sangat berisiko, terutama bagi anak-anak yang bermain di pinggir sungai,” jelasnya.

Legislator Daerah Pemilihan III Kotim itu menegaskan, kemunculan buaya kini tidak hanya terjadi di sungai besar, tetapi juga di anak sungai dan kanal pengairan di sekitar pemukiman. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ia meminta warga tidak beraktivitas langsung di sungai saat banjir serta selalu memperhatikan kondisi sekitar sebelum keluar rumah.

Terkait banjir rob, Fajriannor menyebut fenomena ini sudah menjadi siklus akibat curah hujan tinggi dan pasang air laut. Namun, kondisi diperparah oleh pendangkalan Sungai Mentaya dan tersumbatnya saluran drainase, sehingga air sulit surut.

“Biasanya banjir tidak berlangsung lama, tapi sekarang air agak tertahan karena banyak saluran yang dangkal dan tersumbat. Hal ini juga perlu perhatian serius dari pemerintah daerah,” tutupnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button