PEMKAB MURUNG RAYA

Mura Mulai Membangun Kawasan Budaya

Menjadi Situs Budaya Di Daerah

“Termasuk kebudayaan, seni budaya dan kearifan lokal yang terus di pertahankan dan di satukan dari berbagai keanekaragaman, perbedaan latar belakang etnik, budaya serta kepercayaan,” ungkap Perdie.

Dengan demikian, menjadi suatu visi dan misi bersama dalam memajukan bangsa Dayak yang lebih maju. Mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi.

Di tambahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mura, Paulus Mangite. Rencana pembangunan kasawan budaya itu memerlukan waktu selama dua tahun anggaran.

“Tahun ini akan di bangun satu rumah betang dulu, dan satunya lagi di tahun anggara 2023 nanti. Satu bangunan akan menggunakan kontruksi kayu sesuai dengan kontruksi asli. Sedangkan satunya lagi di bangun dengan kontruksi beton. Dengan konsep huma betang modern,” papar Paulus menjelaskan rencana pembangunan huma betang tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mura, Ferdinand Wijaya mengutarakan. Bangunan lopo atau huma betang itu nanti di harapkan menjadi ikon atau maskot daerah. Sehingga, nanti akan ada sitilah bila warga luar daerah belum mengunjungi huma betang tersebut, artinya masih belum ke Mura.

“Kita harapkan lopo betang ini juga akan menjadi situs budaya di daerah kita. Utama juga sebagai bahan pembelajaran atau edukasi bagi generasi muda kita bahwa bangsa atau suku Dayak juga memiliki kebudayaan yang
bisa di banggakan,” beber Ferdinand. (dad)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button