PEMKO PALANGKA RAYA

100 Hari Kerja Fairid-Zaini: Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Prioritas

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota Palangka Raya memaparkan capaian program 100 hari kerja Wali Kota Fairid Naparin dan Wakil Wali Kota Achmad Zaini dalam sebuah acara resmi yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Diponegoro, Kamis, 15 Mei 2025.

Dalam pemaparannya, Fairid menegaskan bahwa fokus utama program 100 hari kerja diarahkan pada sektor infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pembangunan dan perbaikan jalan serta sistem drainase menjadi prioritas utama dalam rangka mendukung kelancaran mobilitas warga dan mencegah banjir musiman.

“Dari 82 ruas jalan yang kami targetkan, total panjang yang sedang dalam proses pengerjaan mencapai 2.162 kilometer,” ujar Fairid.

Selain infrastruktur fisik, Fairid juga menyoroti program percepatan di bidang ekonomi kerakyatan. Pemerintah Kota Palangka Raya, menurutnya, telah menyalurkan berbagai bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang belum terdata dalam program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pemulihan ekonomi. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Fairid juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah merealisasikan peningkatan insentif bagi para Ketua RT, RW, serta tokoh adat seperti mantir dan damang, yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan dan ketertiban sosial di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait insentif ini sudah dalam tahap finalisasi. Kami pastikan pada tanggal 31 bulan ini, regulasinya akan resmi diberlakukan,” ucapnya.

Wali Kota Palangka Raya itu menegaskan bahwa hampir seluruh program prioritas yang telah dicanangkan saat masa kampanye telah dijalankan, meskipun masa 100 hari kerja belum sepenuhnya tuntas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa janji kampanye bukan sekadar retorika, tetapi komitmen nyata kepada masyarakat,” tegas Fairid.

Pada kesempatan yang sama, Fairid juga secara simbolis melepas kontingen Kota Palangka Raya yang akan berpartisipasi dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2025. Festival tahunan tersebut merupakan ajang promosi seni dan budaya Dayak tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang selalu dinantikan.

“Ini momen penting untuk menunjukkan kekayaan budaya daerah kita di kancah provinsi. Kami mendukung penuh semangat para peserta yang akan mengharumkan nama Palangka Raya,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta para perwakilan kontingen FBIM. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button