Tingkatkan SDM Industri Furniture, Pemko Kerja Sama dengan Polifurneka Kendal
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemko Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri furniture.
Upaya ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal, Jawa Tengah, dalam rangka mencetak tenaga terampil yang siap menghadapi kebutuhan industri.
Sebagai bagian dari kemitraan tersebut, Polifurneka menggelar kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Kelas Kerja Sama Pemerintah Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya, pada Kamis (9/10) lalu.
Berkaitan dengan itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, melalui Kepala DPKUKMP Palangka Raya, Samsul Rizal, menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara Pemko Palangka Raya dan Polifurneka selama dua tahun terakhir. Ia menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan visi pemerintah kota dalam memperkuat industri berbasis potensi lokal.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin menyiapkan SDM yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing dalam industri furnitur yang semakin kompetitif,” kata Samsul, baru-baru ini.
Menurutnya, sektor furnitur memiliki prospek besar untuk dikembangkan, mengingat Kalimantan Tengah memiliki potensi bahan baku kayu yang melimpah. Dengan dukungan dunia pendidikan dan pemerintah daerah, nilai tambah dari hasil hutan dapat meningkat melalui pengolahan yang bernilai ekonomi tinggi.
“Kami ingin agar generasi muda Palangka Raya bisa mengambil peran dalam rantai produksi furnitur, mulai dari desain, pengolahan bahan, hingga pemasaran. Dengan begitu, industri ini bisa menjadi penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Pemko Palangka Raya juga berkomitmen memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM) di sektor furnitur agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren pasar global. Samsul menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi langkah awal menuju kemandirian industri lokal.
“Dengan adanya kerja sama seperti ini, kita berharap akan lahir wirausaha muda dan tenaga profesional di bidang furnitur yang mampu membawa nama Palangka Raya ke tingkat nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Polifurneka Peni Shoffiyati menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Palangka Raya atas dukungan yang terus diberikan dalam pelaksanaan program vokasi.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam membangun SDM industri yang unggul. Melalui forum ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan vokasi, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam memperkuat daya saing ekonomi berbasis furnitur.(top)
EDITOR: TOPAN




