Dislutkan Kalteng Manfaatkan Medsos Edukasi Nelayan Alat Tangkap Ramah Lingkungan
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Tengah (Dislutkan Kalteng) semakin gencar memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya nelayan. Langkah ini diambil untuk memperkenalkan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan alat tangkap ilegal yang merusak lingkungan.
Kepala Dislutkan Kalteng, Ir. H. Darliansjah, M.Si., menegaskan, bahwa inovasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
“Kami menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk menyampaikan informasi seputar alat tangkap ramah lingkungan, seperti bubu, jaring insang selektif, dan lainnya. Tujuannya adalah memastikan nelayan dapat menangkap ikan secara berkelanjutan tanpa merusak habitatnya,” ungkapnya, Kamis (28/11/2024).
Menurut Darliansjah, penggunaan media sosial mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Edukasi ini dirancang agar masyarakat memahami bahwa penggunaan alat tangkap ramah lingkungan tidak hanya efektif, tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber daya alam.
“Kami ingin masyarakat, khususnya nelayan, memahami bahwa menggunakan alat tangkap yang tepat merupakan investasi untuk masa depan. Ini juga salah satu cara kami menjaga ekosistem perairan di Kalteng agar tetap lestari dan produktif,” tambahnya.
Pendekatan digital ini diharapkan mampu mengurangi praktik destruktif seperti penggunaan alat tangkap ilegal yang selama ini menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan sektor perikanan di Kalimantan Tengah.
“Melalui edukasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa ada alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan dan dapat mendukung keseimbangan ekosistem perairan,” jelas Darliansjah.
Dislutkan Kalteng optimis, dengan pemanfaatan media sosial secara maksimal, kampanye ini akan memberi dampak positif. Selain menginspirasi nelayan untuk beralih ke alat tangkap berkelanjutan, kampanye ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga sumber daya perikanan Kalimantan Tengah untuk generasi mendatang. (pra)
EDITOR : TOPAN




