DPRD BARITO UTARALEGISLATIF

Transparansi PDAM Dapat Apresiasi dari Dewan

MUARA TEWEH, Kalteng.co – Menyikapi pernyataan permintaan maaf sekaligus penjelasan Direktur Utama PDAM Barito Utara terkait permasalahan air keruh, Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, memberikan tanggapan positif. Komisi II yang membidangi sektor ekonomi dan BUMD tersebut mengapresiasi sikap transparan manajemen PDAM dalam mengakui keterbatasan infrastruktur sebagai akar persoalan.

Taufik Nugraha menilai keterbukaan tersebut merupakan langkah awal yang penting untuk membangun kolaborasi dalam mencari solusi konkret atas permasalahan pelayanan air bersih di Barito Utara. “Kami di DPRD, khususnya Komisi II, mengapresiasi sikap terbuka dan bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh Direktur PDAM. Pengakuan ini menjadi dasar penting bagi kita semua untuk bersama-sama bekerja keras memperbaiki layanan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (8/1).

Lebih lanjut, politisi senior ini menegaskan bahwa persoalan air bersih merupakan isu prioritas yang mendapat perhatian serius dari DPRD. Menurutnya, Komisi II telah lama mencermati perkembangan serta berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas air yang disalurkan oleh PDAM. Terkait rencana penambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, Taufik menyatakan dukungan penuh sekaligus komitmen DPRD untuk mendorong percepatan realisasi program tersebut.

“Komitmen penambahan IPA baru merupakan solusi fundamental. Kami akan memastikan rencana ini tidak berhenti sebatas wacana, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pengawasan dan dukungan penuh dari dewan,” tegasnya. Ia menambahkan, DPRD Barito Utara siap memfasilitasi serta mendorong penganggaran yang dibutuhkan guna mendukung pembangunan infrastruktur air bersih tersebut.

Dukungan anggaran melalui APBD diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan IPA tambahan. “Dengan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif, kami optimistis persoalan ini dapat segera diatasi. Hak masyarakat atas akses air bersih yang layak adalah hal mutlak dan tidak bisa ditawar,” pungkasnya. (hms)

Related Articles

Back to top button