Kaban Kesbangpol Kalteng Beri Materi Kepemimpinan pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

PALANGKA RAYA, Kalteng.co -Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah, Katma F. Dirun, menjadi narasumber pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa, di Hotel Royal Global, Kota Palangka Raya, Kamis (22/8/2024). Dalam pemaparannya, Katma F. Dirun menekankan, pentingnya pemahaman terhadap lima tingkat kebutuhan menurut Teori Kebutuhan Maslow, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri, sebagai landasan dalam kepemimpinan.
“Seorang pemimpin harus mampu memahami dan memenuhi kebutuhan dasar aparatur serta masyarakat yang dipimpinnya, guna menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam kepribadian pemimpin, yang menurutnya harus mampu mengendalikan dorongan dasar (id), menyesuaikan diri dengan kenyataan (ego), serta mempertimbangkan nilai-nilai moral (superego) dalam setiap pengambilan keputusan.
“Kepemimpinan yang efektif membutuhkan keseimbangan antara ketiga unsur tersebut, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat bijaksana dan berlandaskan moral,” tambahnya. Lebih lanjut, Katma menggarisbawahi pentingnya falsafah Huma Betang sebagai dasar kepemimpinan di Kalimantan Tengah. “Huma Betang, sebagai simbol kerukunan dan toleransi masyarakat Dayak, harus menjadi pedoman dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan di desa. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang terkandung dalam falsafah ini sangat relevan dalam mencapai tujuan bersama,” tegasnya.
Melalui kombinasi pendekatan teori kebutuhan, keseimbangan kepribadian, dan falsafah Huma Betang, Katma berharap aparatur desa dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang lebih holistik dan adaptif. “Pemimpin desa tidak hanya perlu fokus pada aspek teknis pembangunan, tetapi juga harus berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia serta menjaga harmoni sosial di desa,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan aparatur desa dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah, yang semuanya menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Para peserta mengapresiasi materi yang disampaikan oleh Katma F. Dirun, mengingat relevansinya dengan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan pemerintahan desa. “Materi ini memberikan kami wawasan baru tentang bagaimana menjadi pemimpin yang lebih efektif di desa kami,” ungkap salah satu peserta. (pra)
EDITOR : TOPAN




