DPRD KALTENGKALTENGLEGISLATIFPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Faridawaty Darland Atjeh Imbau Warga Waspadai Ancaman Penyakit Musim Penghujan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Hj. Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi timbulnya berbagai penyakit di musim penghujan. Peringatan ini disampaikan mengingat intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Kalteng mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Faridawaty, musim penghujan biasanya memicu berbagai permasalahan kesehatan masyarakat. Genangan air yang tidak terkelola dengan baik dapat menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, kondisi lingkungan yang lembap juga rawan menimbulkan penyakit kulit hingga infeksi saluran pernapasan.

“Ketika musim hujan, masyarakat harus lebih menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan ada genangan air di sekitar rumah karena bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Kita juga perlu memastikan air bersih selalu tersedia untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Faridawaty, Kamis (18/9/2025).

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini menambahkan, masyarakat juga perlu meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga asupan gizi keluarga agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

“Banyak penyakit yang muncul di musim penghujan bisa di cegah dengan langkah sederhana, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta istirahat yang cukup. Pemerintah memang memiliki peran penting dalam penanganan kesehatan, tapi upaya pencegahan tetap harus di mulai dari diri kita masing-masing,” ujarnya.

Edukasi Dan Pelayanan Kesehatan Harus Diperkuat

Faridawaty juga mendorong peran aktif pemerintah daerah melalui dinas kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir. Sosialisasi terkait bahaya DBD, di are, maupun penyakit musiman lainnya penting di lakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan musim.

“Edukasi dan pelayanan kesehatan harus di perkuat. Petugas medis di lapangan juga harus siaga untuk melakukan penanganan cepat jika di temukan kasus penyakit menular. Dengan begitu, penyebaran bisa di tekan sejak awal,” imbuhnya.

Selebihnya Faridawaty Berharap, berharap masyarakat tidak lengah dan selalu mengutamakan kewaspadaan. Musim hujan memang membawa berkah bagi sektor pertanian, namun di sisi lain juga memiliki risiko kesehatan yang tidak boleh di abaikan.

“Kesadaran bersama menjadi kunci. Kalau masyarakat waspada dan pemerintah daerah responsif, maka risiko penyakit di musim penghujan bisa di tekan,” pungkas Faridawaty. (pra)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button