EKSEKUTIFKabar DaerahPEMKAB BARITO UTARA

Perkuat Birokrasi, Pemkab Barito Utara Kolaborasi dengan ESQ Ary Ginanjar untuk Bangun Mental Spiritual ASN

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Di bawah kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus melakukan terobosan dalam menata birokrasi. Fokus utama kali ini adalah membentuk tim pemerintahan yang solid, disiplin, dan memiliki integritas moral yang kuat guna mengawal pembangunan daerah tahun 2026.

Asisten III Setda Bidang Administrasi Umum, H. Yaser Arapat, menegaskan bahwa visi misi kepala daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kesehatan, pendidikan gratis, dan infrastruktur memerlukan mesin birokrasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga tangguh secara mental.

Kelola APBD Rp3 Triliun, Butuh Tim yang Solid

Salah satu alasan penguatan birokrasi ini adalah besarnya amanah anggaran yang dikelola. Yaser mengungkapkan bahwa APBD 2026 yang sempat mengalami penyesuaian, akhirnya berhasil diperjuangkan kembali hingga mendekati angka Rp3 triliun.

Capaian ini dimungkinkan berkat adanya dukungan dana Treasury Deposit Facility (TDF). Dengan anggaran yang signifikan tersebut, Pemkab Barut merasa perlu memastikan setiap rupiah tepat sasaran.

“Untuk memastikan anggaran ini tepat sasaran, kita butuh tim yang solid. Kami ingin membangun tim yang tidak hanya cakap secara teknis dan disiplin, tetapi juga memiliki integritas serta kekuatan spiritual yang matang,” ujar H. Yaser Arapat kepada awak media.

Kolaborasi dengan ESQ Business School

Sebagai langkah nyata dalam membangun landasan moral aparatur, Pemkab Barito Utara mengambil langkah strategis dengan menggandeng ESQ Business School milik pakar pembangunan karakter, Ary Ginanjar.

Bupati H. Shalahuddin beserta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemkab Barut dijadwalkan mengikuti program pembinaan spiritual intensif di Jakarta pada 19-20 Januari 2026. Program ini dirancang untuk:

  1. Memperkuat Integritas: Menanamkan nilai-nilai kejujuran dalam pelayanan publik.

  2. Ketangguhan Mental: Membentuk ASN yang mampu bekerja di bawah tekanan dengan tetap mengedepankan etika.

  3. Sinergi Manajerial: Menyelaraskan visi kepemimpinan Bupati-Wabup ke seluruh lini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kedisiplinan dan Pendekatan Spiritual ke Masyarakat

Selain pelatihan formal, penguatan disiplin terus dilakukan melalui rutinitas apel pagi keliling ke seluruh SKPD. Namun, Pemkab Barut menyadari bahwa pembangunan manusia harus menyentuh hingga ke akar rumput.

Sebagai implementasi perluasan nilai spiritual, Pemkab Barut juga akan mengirimkan 10 ustaz untuk melakukan pembinaan langsung kepada masyarakat. Program ini nantinya akan didampingi oleh kepala dinas terkait guna memastikan program pemerintah sejalan dengan nilai-nilai religius di masyarakat.

“Dengan menggabungkan aspek manajerial, disiplin, dan spiritual, kami berharap dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, sehingga visi misi Bupati H. Shalahuddin-Wabup Felix dapat berjalan efektif dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Yaser.

Melalui pendekatan holistik ini, Kabupaten Barito Utara optimis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu membawa perubahan nyata bagi seluruh masyarakat Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. (hms)

Related Articles

Back to top button