Penerimaan Siswa Baru Jangan Jadi Ajang Bisnis

Kami Persilahkan Orang Tua Siswa Untuk Membeli Sendiri
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kahut Sutrisno mengakui. Pembiayaan yang di bayar saat daftar ulang siswa baru di sekolah senilai Rp1,5 juta. Ini sudah di sampaikan ke seluruh orang tua. Ketika rapat antara orang tua dan sekolah “Untuk pengadaan seragam batik dan olahraga. Di lakukan oleh sekolah, karena harus di pesan terlebih dahulu.
Sedangkan seragam putih abu-abu dan pramuka. Kami persilahkan orang tua siswa untuk membeli sendiri karena bahannya banyak tersedia di pasaran,” terangnya. Sedangkan pembangunan WC, itu sangat mendesak karena sekarang ini WC sekolah hanya ada tiga dan di gunakan 330 siswa. Sebenarnya telah di ajukan permohonan untuk pembangunan WC ke Dinas Pendidikan (Dis dik) Provinsi Kalteng, tapi permohonan itu belum terealisasi.
“Pada tahun ini, kami hanya mendapatkan anggaran untuk rehab ruangan dari dis dik provinsi,” tuturnya. Kemudian sumbangan pelaksanaan proyek P5 IKM, itu di perlukan untuk implementasi kurikulum. Proyek ini akan di laksanakan pada akhir semester, yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Dengan demikian, SMAN 1 Kahut meminta bantuan orang tua untuk mendukung proyek P5 IKM. Supaya kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terlaksana pada akhir semester ganjil dan genap.
“Seluruh pembiayaan itu boleh di cicil sampai tiga kali dalam waktu tiga bulan, yakni sampai Bulan September tahun 2023. Kami memberi kelonggaran atau keringanan, bahkan pembebasan bagi peserta didik yang tidak mampu,” tukasnya. (okt)




