Tuntut 20 Persen Plasma, Penyebab Ratusan Massa Geruduk PT BJAP
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tuntut 20 persen plasma penyebab ratusan massa geruduk PT BJAP. Perusahan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit itu didatangi oleh sejumlah masyarakat dari Desa Suka Madang dan Desa Rantau Pulut Kabupaten Seruyan, pada hari Kamis (6/7/2023) kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, ada sekitar 300 warga yang tergabung dalam aksi itu untuk melakukan unjuk rasa (Unras). Demontrasi yang dilakukan ini diduga buntut dari janji plasma lahan sawit yang tidak kunjung direalisasikan.
Saat dikonfirmasi mengenai kejadian itu, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji membernarkan mengenai aksi menegangkan tersebut. Pihaknya juga tengah berupaya melakukan penanganan agar kondisi kembali kondusif.
“Benar mas, telah terjadi aksi demonstrasi di PT BJAP di Kabupaten Seruyan. Dari data yang kami terima oleh rekan-rekan di sana, ada sekitat 250-300 masyarakat setempat yang melakukan unjuk rasa tersebut,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (7/7/2023).
Menurutnya, pihaknya juga telah mengirimkan pasukan tambahan untuk membantu Polres Seruyan agar dapat mengamankan aksi memanas yang terjadi di sana guna dapat dinetralkan sehingga kembali kondusif dan menemui jalan tengah dari permasalahan tersebut.
“Adapun aksi Unras ini dilakukan, karena masyarakat ingin dipertemukan dengan Bupati Seruyan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, untuk menyampaikan tuntutan terkait permintaan plasma sebesar 20 persen kepada PT BJAP,” paparnya,
Dijelaskannya, merasa tidak puas karena tuntutan dari para masa ini tidak dipenuhi, mereka pun memanas sehingga terjadilah aksi anarkis hingga merusak fasilitas kantor dan beberapa kendaraan operasional yang berada di sekitar lokasi sana.
“Alhamdulillah untuk situasi saat ini sudah terkendali, belum ada laporan apakah ada korban atau tidak, kami juga melakukan koordinasi dengan Forkompimda dan stakeholder setempat agar bisa menyelesaikan masalah tersebut,” pungkasnya. (oiq)




