DPRD KALTENG

Calon Kepala Daerah Wajib Kantongi Daftar Inventaris Masalah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Memasuki tahun politik dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024, politisi Senior dari Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng, Henri M. Yoseph, menjelaskan bahwa yang harus mendapat perhatian bukanlah sosok figur, melainkan bagaimana calon kepala daerah bisa mengatasi berbagai permasalahan dengan mengantongi Daftar  Inventaris Masalah (DIM) di Bumi Tambun Bungai.

“Memang pada dasarnya pelaksanaan Pemilu masih jauh dan kita sebentar lagi baru memasuki tahun politik yakni 2023. Sehingga untuk sekarang yang perlu mendapat perhatian bukanlah figur, tetapi bagaimana seorang calon pemimpin baik Presiden maupun kepala daerah kedepannya mampu mengatasi permasalahan dengan melakukan pemetaan DIM,” ucap Henry, saat dikonfirmasi Kalteng.co di gedung dewan, Senin (17/10/2022).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng yang membidangi Pembangunan dan Infrastruktur ini juga menjelaskan, apabila calon kepala daerah sudah mengantongi DIM, maka kedepannya setiap permasalahan yang ada di Kalteng bisa cepat terselesaikan dengan menempatkan posisi kabinet yang berkompeten.

“Ketika DIM sudah dikantongi oleh calon kepala daerah, kedepannya masalah-masalah yang terjadi Kalteng akan lebih cepat dan mudah diselesaikan setelah calon tersebut duduk sebagai kepala daerah. Karena kepala daerah memiliki mewenang untuk menunjuk kabinetnya dengan catatan harus memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya,” ungkap Henry.

Kendati demikian, sambungnya, para calon kepala daerah kedepannya juga harus memiliki pandangan secara luas terhadap berbagai permasalahan di Kalteng. Misalnya dibidang pembangunan infrastruktur, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan hingga perekonomian.

“Kepala daerah tentunya tidak bisa menangani permasalahan tersebut sendirian, sehingga perlu adanya penempatan kabinet yang berkompeten misalnya masalah disintegrasi bangsa, maka kabinet yang ditempatkan harus orang yang mengerti dengan Pancasila dan Nasionalisme. Begitu juga dengan bidang-bidang lainnya seperti pembangunan infrastruktur, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan hingga perekonomian,” pungkasnya.(ina)

Related Articles

Back to top button