Transfer Pusat Berkurang, Perusda Harus Jadi Penopang APBD

PALANGKA RAYA,Kalteng.co – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Bumi Tambun Bungai memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Permintaan ini menyusul berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke daerah.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, mengungkapkan dalam rapat bersama sejumlah BUMD, pihaknya membahas perkembangan kinerja serta rencana strategis perusahaan daerah ke depan. Rapat tersebut menyoroti sejauh mana visi, misi, dan perencanaan bisnis BUMD dalam meningkatkan kontribusi terhadap PAD.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut optimalisasi seluruh potensi pendapatan, termasuk dari sektor usaha milik pemerintah daerah.
Adapun BUMD milik Pemerintah Provinsi Kalteng di antaranya Bank Kalteng, Jamkrida Kalteng, dan PT Benama Tingang Jaya. Ketiga perusahaan daerah tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem usaha dan pembangunan ekonomi daerah.
“Kita tentu berharap BUMD yang telah mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah mampu memberikan hasil nyata sebagai sumbangan bagi APBD,” ujar Purdiono usai rapat, Senin (2/3).
Pihak Jamkrida Kalteng menyampaikan perkembangan positif dengan perolehan laba. Namun, laporan resmi terkait kinerja tersebut akan disampaikan setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengingat struktur permodalannya melibatkan 14 pemerintah kabupaten/kota serta Pemprov Kalteng sebagai pemegang saham pengendali.
“Dengan berkurangnya TKD dari pusat, peran BUMD harus semakin diperkuat agar mampu meningkatkan PAD. DPRD siap mendukung dari sisi regulasi maupun kebijakan agar BUMD berkembang dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat Kalteng,” pungkasnya. (hms)




