BeritaEKSEKUTIFKabar DaerahPEMKO PALANGKA RAYA

Pemko Palangka Raya Kuatkan Inklusivitas Disabilitas Lewat Perwali dan Hibah Rp50 Juta

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan anjangsana dan penyaluran hibah ke Panti Rehabilitasi Kejiwaan Joint Adulam Ministry (JAM), Sabtu (6/12/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI).

HDI tahun ini mengusung tema nasional “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas”, yang dinilai sejalan dengan upaya Pemko memperluas inklusivitas dan menghapus diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Plt Asisten III Setda Kota Palangka Raya, Jayani, yang membacakan sambutan Wali Kota Palangka Raya, mengajak masyarakat untuk menghapus stigma dan memberikan ruang setara bagi penyandang disabilitas.

“Setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkarya. Kita harus bersama menghapus stigma dan diskriminasi yang masih dirasakan penyandang disabilitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap penyandang disabilitas harus diwujudkan melalui pemberdayaan, peningkatan produktivitas, serta keterlibatan aktif dalam berbagai sektor kehidupan.

Pemko Palangka Raya disebut terus memperkuat kebijakan dan layanan publik yang ramah disabilitas. Salah satunya melalui Peraturan Wali Kota Palangka Raya Nomor 29 Tahun 2024 tentang Perlindungan, Pemenuhan, dan Penyetaraan Hak-hak Penyandang Disabilitas.

Regulasi ini menjadi dasar penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas di wilayah kota. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemko menyerahkan hibah sebesar Rp50 juta kepada Panti Rehabilitasi Kejiwaan JAM. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, pendampingan, serta fasilitas bagi penyandang disabilitas kejiwaan di Palangka Raya.

Di akhir kegiatan, Jayani menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan menghargai kontribusi penyandang disabilitas. “Ini bukan hanya seremonial, tetapi bentuk kepedulian dan kebersamaan kita,” tandasnya. (*/hms)

Related Articles

Back to top button