AKHIR PEKANBeritaFAMILYHIBURANMETROPOLIS

Tembus 30 Besar Trending YouTube: “Yalla Habibi” Whisnu Santika, Soundtrack Resmi Hubungan Tanpa Status Generasi Muda

KALTENG.CO-DJ dan produser musik ternama, Whisnu Santika, kembali mengguncang dunia musik elektronik Indonesia dengan single terbarunya, “Yalla Habibi”.

Dirilis pada 4 Oktober, lagu ini dengan cepat menarik perhatian penikmat musik dan terbukti sukses secara komersial.

Hanya sepekan setelah peluncuran, video lirik “Yalla Habibi” masih kokoh di jajaran 30 besar trending musik YouTube hingga Sabtu (11/10/2025) malam, dengan torehan lebih dari 322 ribu kali penayangan.

Keberhasilan “Yalla Habibi” tidak hanya terletak pada beat Indobounce yang danceable dan hangat, tetapi juga pada liriknya yang menyentuh isu personal yang sangat relevan dengan generasi muda saat ini: hubungan tanpa status atau situationship.

Situationship & Relasi “Abu-Abu”: Sebuah Ruang Belajar Diri

Beranjak dari karya sebelumnya, “IyaIya”, yang menyajikan kritik sosial yang tajam, kali ini Whisnu Santika memilih jalur yang lebih intim dan emosional. “Yalla Habibi” membawa pendengar untuk menyelami dinamika hubungan personal—hubungan platonik, zona abu-abu, dan proses belajar anak muda mengenal diri sendiri di tengah ketidakpastian.

Fenomena situationship, di mana kedekatan dan kenyamanan dirasakan tanpa adanya label atau komitmen resmi, kini menjadi pilihan utama banyak anak muda. Melalui lagu ini, Whisnu mengakui bahwa inspirasi datang dari realitas tersebut.

“Kadang kita ketemu orang yang bikin nyaman, tapi nggak selalu jadi pasangan. Justru dari situ saya banyak belajar,” ungkap Whisnu dalam keterangan tertulis yang diterima media.

Bahkan, “Yalla Habibi” ternyata juga tercipta berdasar kisah nyata perjalanan sang musisi dalam meniti karier bermusik dan relasi hidupnya. Hal ini menambah kedalaman makna pada lagu tersebut.

Cinta Bukan Tujuan, Tapi Proses Melangkah

Bagi musisi berusia 33 tahun ini, “Yalla Habibi” jauh melampaui sekadar lagu cinta klise. Ia melihat relasi, bahkan yang tanpa label, sebagai ruang belajar yang berharga.

“Buat saya, Yalla Habibi bukan sekedar lagu cinta. Lagu ini lahir dari pengalaman nyata bahwa relasi tanpa label pun bisa jadi ruang belajar tentang komunikasi, batasan, dan diri sendiri,” tutur Whisnu.

Judul lagu itu sendiri, “Yalla Habibi” yang dalam bahasa Arab berarti “Ayo pergi, sayang!”, adalah simbol ajakan untuk berani melangkah dalam cinta dan hidup. Whisnu berpesan kepada pendengar untuk tidak terpaku di zona nyaman karena takut akan risiko.

“Yalla Habibi jadi ajakan untuk berani melangkah tanpa harus takut hasil akhirnya,” jelasnya.

Pesan filosofisnya pun kuat: cinta bukan sekadar tentang kebahagiaan atau sakit hati, melainkan sebuah perjalanan menemukan diri. “Cinta itu bukan tujuan akhir, tapi proses menemukan siapa kita sebenarnya,” papar Whisnu.

Perpaduan Keresahan dan Beat Indobounce

Whisnu Santika sekali lagi membuktikan kemampuannya sebagai produser yang piawai meramu keresahan dan emosi menjadi beat yang kuat. “Yalla Habibi” hadir dalam balutan musik Indobounce yang dikenal hangat dan danceable.

Melalui perpaduan ini, lagu tersebut berhasil berfungsi ganda: menjadi energi yang membakar lantai dansa, sekaligus menjadi soundtrack pribadi yang mengajak pendengar untuk merenung.

“Musik selalu punya dua sisi. Bisa bikin kita menari sekaligus bikin kita merasa. Dan Yalla Habibi saya harap bisa melakukan keduanya,” tutup Whisnu.

Single “Yalla Habibi” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, siap menemani anak muda merayakan setiap langkah dan dinamika dalam hubungan—berlabel maupun tidak. (*/tur)

Related Articles

Back to top button