Inovasi Pembayaran Pajak Kendaraan: Aplikasi Si-JAKE Permudah Administrasi Kendaraan Dinas di Kalimantan Tengah
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan di lingkup Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah (Diskominfosantik Kalteng), Irwan, S.E., Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset, memperkenalkan sebuah proyek perubahan yang inovatif. Melalui aplikasi Si-JAKE (Sistem Informasi Digitalisasi Data Pembayaran PKB dan Perpanjangan STNK Kendaraan Dinas), Irwan berusaha mempermudah proses pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bagi kendaraan dinas.
Proyek aplikasi Si-JAKE ini diperkenalkan dalam acara Sosialisasi Aplikasi Si-JAKE yang berlangsung di Aula Kanderang Tingang, Rabu (31/7/2024). Dalam acara tersebut, Irwan memaparkan visi di balik pengembangan aplikasi ini, yang dirancang untuk menyederhanakan proses administrasi bagi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pengurus Barang Pengguna di lingkungan Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah.
“Aplikasi ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai kendala administrasi dan operasional yang sering dihadapi. Dengan digitalisasi, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi dan meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengelolaan data kendaraan dinas,” jelas Irwan dalam paparannya.
Kepala Dinas Kominfosantik Prov. Kalteng, Agus Siswadi, yang turut hadir dalam acara sosialisasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Menurut Agus, aplikasi Si-JAKE merupakan langkah strategis untuk mendukung program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan pengawas yang tengah digalakkan. “Si-JAKE tidak hanya memudahkan pengelolaan data administrasi, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembayaran PKB dan perpanjangan STNK kendaraan dinas. Ini merupakan langkah maju dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pelayanan publik yang lebih baik,” ungkap Agus Siswadi.
Agus menambahkan, bahwa kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan kendaraan dinas. Dengan sistem yang lebih terstruktur, proses administrasi dapat berjalan lebih lancar, cepat, dan efisien. Keberhasilan aplikasi Si-JAKE di lingkungan Diskominfosantik diharapkan menjadi inspirasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Irwan berharap bahwa aplikasi ini dapat diadopsi secara luas, sehingga seluruh OPD bisa merasakan manfaat dari sistem yang lebih efisien dan terintegrasi ini.
“Dengan pengadopsian aplikasi Si-JAKE, kita berharap dapat menciptakan standar baru dalam pengelolaan administrasi kendaraan dinas yang tidak hanya mempermudah tetapi juga meningkatkan keakuratan dan kecepatan proses pengelolaan,” tambah Irwan. Sosialisasi aplikasi Si-JAKE ini merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Gelombang I tahun 2024, di mana para peserta pelatihan didorong untuk menyusun dan menerapkan inovasi yang dapat membawa perubahan positif dalam pelayanan publik. Irwan, melalui proyek ini, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menyelesaikan masalah administrasi dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Dengan adanya Si-JAKE, diharapkan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pembayaran PKB dan perpanjangan STNK. Selain itu, sistem ini diharapkan dapat memberikan data kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat, yang lebih akurat dan selalu terupdate. “Inovasi ini adalah terobosan penting agar kita dapat lebih responsif dan akurat dalam pengelolaan kendaraan dinas. Dengan data yang selalu diperbarui, kami bisa memastikan tidak ada lagi keterlambatan dan kesalahan yang bisa menghambat operasional,” tutup Irwan. (pra)
EDITOR : TOPAN




