DPRD KOTAWARINGIN TIMURKabar DaerahLEGISLATIF

DPRD Dorong Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur di Kotim

SAMPIT, Kalteng.co – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Andi Lala, menilai percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tidak akan maksimal jika hanya bergantung pada dana pemerintah. Ia mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk bersama-sama membangun jalan, jembatan, serta infrastruktur penunjang lainnya.

Menurutnya, infrastruktur yang memadai bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih sulit dijangkau.

“Pembangunan adalah kebutuhan mendasar. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan pihak swasta perlu diperkuat. Dunia usaha harus ikut berperan aktif dalam membuka akses jalan, terutama di daerah yang menjadi wilayah operasional mereka,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Politisi asal daerah pemilihan V ini dikenal aktif mengawal berbagai program pembangunan di wilayah pedesaan, salah satunya di Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, yang menjadi kawasan strategis penghubung antara sentra perkebunan dan permukiman warga.

Andi mengungkapkan, sejumlah proyek pembukaan jalan di wilayah tersebut berhasil diwujudkan berkat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan sekitar yang memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.

“Untuk membangun jalan dibutuhkan biaya besar. Namun di wilayah ini banyak pengusaha yang peduli. Mereka membantu dengan tenaga, alat berat, hingga dukungan material. Hasilnya, masyarakat kini bisa menikmati jalan yang lebih baik dan nyaman dilalui,” tutur mantan kepala desa itu.

Ia menilai, kemitraan antara pemerintah dan swasta seharusnya tidak hanya berhenti pada program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi dikembangkan menjadi kerja sama jangka panjang yang terarah dan berkelanjutan.

Andi menyebut, Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki lebih dari 50 perusahaan besar yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan industri kehutanan. Potensi ini, katanya, bisa dimaksimalkan untuk membantu mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai kecamatan.

“Kalau sinergi ini dijalankan dengan baik, manfaatnya akan sangat terasa. Pemerintah terbantu dari sisi pembiayaan, perusahaan mendapatkan citra positif karena kontribusinya nyata, dan masyarakat menikmati kemudahan akses. Ini bentuk pembangunan gotong royong yang sejalan dengan semangat kebersamaan,” pungkasnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button