Tekankan Perlunya Penanganan Terpadu Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

PURUK CAHU, Kalteng.co – Masih maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai daerah, termasuk di Murung Raya, menjadi sorotan serius Anggota DPRD Mura, Olivia Wiswanti.
Menurutnya, bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi memerlukan pendekatan kolaboratif dan sistematis.
“Penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan sinergi kuat antara keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga dunia usaha,” kata Olivia, Kamis (31/7/2025).
Menurut politisi dari Partai Golkar itu, sistem perlindungan yang solid hanya bisa dibangun jika ada koordinasi yang terstruktur dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen. Olivia menekankan bahwa korban kekerasan tidak hanya membutuhkan pendampingan, tapi juga hak-haknya harus dipenuhi, termasuk perlindungan hukum.
“Perlu kita sadari, ini bukan hanya soal menyelesaikan kasus. Tapi bagaimana memastikan korban mendapat perlindungan, pemulihan, dan keadilan. Itu tugas kita bersama,” ujarnya.
Salah satu elemen penting dalam memperkuat sistem ini, menurut Olivia, adalah peningkatan kapasitas penyedia layanan baik dari sisi pencatatan, pelaporan, maupun pendampingan korban. Untuk itu, pelatihan terkait mekanisme penanganan kasus dan pencatatan data perlu terus digalakkan.
“Data yang akurat adalah fondasi dari kebijakan yang tepat sasaran. Kita tidak bisa membuat program perlindungan jika tidak tahu seberapa besar persoalan yang dihadapi,” tambahnya.
Olivia menyoroti pentingnya pelatihan bagi petugas pencatat dan pelapor kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat kabupaten/kota. Ia menilai pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret memperkuat respons layanan.
“Kita harus memastikan bahwa semua laporan ditangani sesuai prosedur dan standar yang berlaku. Ini penting sebagai bahan evaluasi dan dasar membuat kebijakan yang lebih progresif di masa depan,” tegasnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN



