DPRD BARITO UTARALEGISLATIF

Sri Neni Trianawaty Imbau Warga Barito Utara Tak Bakar Lahan di Musim Kemarau

MUARA TEWEH, Kalteng.co – Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawaty, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau.

Menurut Sri Neni, imbauan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari pihak terkait, wilayah Barito Utara dan sebagian besar daerah di Kalimantan Tengah diperkirakan akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus mendatang. Dengan kondisi tersebut, risiko kebakaran lahan menjadi sangat tinggi, terlebih jika masyarakat masih menggunakan metode pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya para petani dan pemilik lahan, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini sangat berbahaya dan dapat merugikan banyak pihak, termasuk kesehatan masyarakat akibat asap, serta kerusakan lingkungan,” ujar Sri Neni, Kamis (31/7/2025).

Politisi perempuan dari fraksi partai Golkar ini juga meminta pemerintah daerah melalui dinas teknis dan aparat di lapangan untuk lebih gencar melakukan sosialisasi serta pengawasan terhadap potensi karhutla, terutama di desa-desa yang rentan terdampak.

“Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, hingga pihak berwenang sangat dibutuhkan agar kasus kebakaran hutan dan lahan bisa diminimalkan. Kesadaran dan partisipasi masyarakat adalah kunci utama,” bebernya.

Ditegaskan Sri Neni, pihaknya akan terus mendorong adanya solusi alternatif bagi warga yang masih mengandalkan pembakaran dalam membuka lahan, seperti pelatihan pertanian ramah lingkungan maupun dukungan peralatan pembukaan lahan non-bakar.

“Kita harus berani berubah demi keberlangsungan hidup bersama dan menjaga bumi Barito Utara tetap hijau dan sehat,” pungkasnya. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button