DPRD KALTENGKabar DaerahLEGISLATIF

Petani Samuda Tertekan, Biaya Angkut Tinggi Akibat Infrastruktur Buruk

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kondisi infrastruktur pertanian di Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih memprihatinkan. Buruknya jalan dan jembatan membuat petani harus menanggung biaya angkut tinggi sehingga keuntungan dari hasil panen jauh berkurang.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sutik, mengatakan keluhan tersebut muncul langsung dari dialognya dengan para petani setempat. Jalan yang rusak membuat distribusi hasil pertanian sering terhambat dan tidak efisien.

“Kalau pemerintah daerah ingin mendukung program ketahanan pangan nasional, perbaikan jalan pertanian harus jadi prioritas,” ujar Sutik, Sabtu (15/11/2025).

Saat ini, banyak petani masih mengandalkan jalur sungai kecil dengan perahu atau kelotok untuk mengangkut padi. Namun kapasitas terbatas dan biaya operasional tinggi membuat keuntungan petani semakin menipis.

“Biaya angkut lewat sungai cukup mahal dan tidak sebanding dengan nilai jual padi. Petani kesulitan memperoleh laba,” tambahnya.

Sutik menekankan, badan jalan menuju lahan pertanian memang sudah ada, tetapi kondisinya belum layak dan membutuhkan perbaikan menyeluruh sepanjang sekitar 10 kilometer.

“Samuda sudah ditetapkan sebagai kawasan pertanian. Bantuan alat berat dan mesin penggilingan dari pemerintah pusat ada, tapi yang paling mendesak saat ini adalah perbaikan jalannya,” pungkasnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button