BeritaNASIONALPENDIDIKAN

Konferensi Internasional Pesantren di Banjarmasin Hasilkan 4 Rekomendasi Utama untuk Kemajuan Pendidikan Islam

KALTENG.CO-Inisiatif besar untuk mendorong kemajuan pendidikan Islam di Indonesia baru saja mencapai puncaknya. International Conference on the Transformation of Pesantren (ICTP), yang diselenggarakan oleh Dewan Syuro DPP PKB, secara resmi ditutup pada Kamis (26/6/2025) di Banjarmasin.

Konferensi ini menghasilkan empat rekomendasi kunci yang diharapkan dapat membawa pesantren ke era baru, menjadikan lembaga pendidikan tradisional ini lebih relevan dan berdaya saing di tengah dinamika zaman.

Empat Pilar Transformasi Pesantren: Visi Menuju Kemajuan

Empat rekomendasi utama yang lahir dari ICTP ini adalah revitalisasi tradisi, sinergi regulasi, penguatan SDM, dan kemandirian ekonomi. Keempat pilar ini dirancang untuk menjawab tantangan dan peluang yang ada, memastikan pesantren tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang menjadi pusat inovasi dan kemajuan.

1. Revitalisasi Tradisi: Adaptasi Tanpa Melupakan Akar

Ketua Panitia Konferensi Internasional Pesantren, Syaifullah Maksum, menegaskan bahwa pesantren harus berani beradaptasi dengan perubahan dan mengintegrasikan keilmuan serta tradisi baru. “Rekomendasi peserta konferensi sangat jelas sekali bahwa mereka ingin pesantren lebih maju dengan mengadaptasi, dan mengintegrasikan ilmu pesantren dengan keilmuan-keilmuan baru, tradisi baru, inovasi baru. Tidak mungkin pesantren akan menegasikan hal tersebut,” ujarnya.

Syaifullah menambahkan, jika pesantren terus terpaku pada ideologi dan keilmuan lama, risiko dipinggirkan dari dunia pendidikan akan semakin besar. “Suka tidak suka, mau tidak mau, pesantren jelas akan terlibat dengan kemajuan zaman. Jika tidak terlibat dalam kemajuan, maka pesantren akan dipinggirkan,” imbuhnya, menekankan urgensi adaptasi dalam menjaga relevansi.

2. Sinergi Regulasi: Dukungan Penuh dari Pemerintah dan DPR

Untuk memajukan pesantren, sinergi regulasi menjadi krusial. Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB ini menyoroti pentingnya instrumen dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun DPR RI. “Perlu instrumen, perlu regulasi, perlu support dari berbagai pihak. Dukungan pemerintahan, support teman-teman DPR, legislatif dan support juga dari pengasuh pesantren,” jelasnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan pesantren.

3. Penguatan SDM: Pesantren Unggul, Lulusan Berdaya Saing

Rekomendasi selanjutnya adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pesantren. Hal ini esensial agar para santri dan tenaga pendidik di pesantren siap bersaing di dunia luar. Pengembangan berbagai keterampilan, baik hardskill maupun softskill, menjadi fokus utama untuk mencetak lulusan yang tidak hanya berilmu agama tetapi juga kompeten di berbagai bidang.

4. Kemandirian Ekonomi: Pesantren Berdikari, Umat Sejahtera

Pilar keempat adalah kemandirian ekonomi. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan dan kemajuan pesantren secara finansial. Beberapa strategi yang direkomendasikan meliputi:

  • Pendidikan dan pelatihan wirausaha bagi santri dan komunitas pesantren.
  • Pengembangan unit usaha sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
  • Kolaborasi dengan industri dan BUMN untuk membuka peluang kerja dan pengembangan bisnis.
  • Pemanfaatan teknologi digital, seperti e-commerce dan AI (Artificial Intelligence), untuk memperluas jangkauan ekonomi pesantren.
  • Optimalisasi aset yang dimiliki pesantren.
  • Penguatan jaringan kewirausahaan antar pesantren untuk saling mendukung dan belajar.

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya konferensi ini. Menurutnya, ICTP tidak hanya menjadi ajang silaturahim dengan para kiai dan pesantren, tetapi juga momen krusial untuk mewujudkan transformasi pesantren yang dicita-citakan.

“Transformasi pesantren harus dipercepat. PKB akan konsisten memperjuangkan pesantren. Hal itu yang akan terus kami suarakan di DPR RI,” pungkas Cucun, menegaskan komitmen partainya untuk terus mengawal dan memperjuangkan kemajuan pesantren di ranah legislatif.

Dengan empat rekomendasi kunci ini, diharapkan pesantren dapat melangkah maju, terus menjadi mercusuar ilmu dan peradaban, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. (*/tur)

Related Articles

Back to top button