77 PTK Kecamatan Kapuas Murung Ikut KMD Pramuka

BUKA KMD: Kakwarcab Gerakan Pramuka Kapuas Dr. H. Suwarno Muriyat didampingi Korwil Bidang Pendidikan Kec.Kapuas Murung Hj.Erna Annisa, SE. M.Pd menyematkan tanda peserta KMD diikuti 77 PTK se Kecamatan Kapuas Murung, Sabtu (18/9/2021).

KUALA KAPUAS, Kalteng.co– Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas melalui Pusdiklatcab selama sepekan kembali menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) diikuti 77 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Pengawas, Penilik PLS, Kepala Sekolah, Guru dan Pengelola PKBM dibuka Kakwarcab Kapuas Dr. H. Suwarno Muriyat, Sabtu (18/9/2021) pagi di halaman SMAN 1 Kapuas Murung

H. Suwarno Muriyat yang juga Kadisdik Kapuas menegaskan jika KMD kali ini merupakan yang keempat dalam pelaksanan tahun 2021 dan akan berlanjut hingga 17 Kecamatan.

“Alhamdulillah KMD terpadu dengan peningkatan kompetensi dasar guru profesional sebelumnya di Kwaran Mandau Talawang, Kapuas Kuala dan Tamban Catur. Semuanya sukses dilaksanakan berkat dukungan dan Camat, Korwil Bidang Pendidikan selaku Majelis Pembimbing Ranting serta Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus,” ucapnya

Baca Juga:  Disdik Kapuas dan Perbasi Cari Bibit Pebasket Kapuas

Dihadapan para Pelatih, Guru Penggerak, Panitia dan Peserta KMD ia menegaskan jika Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 merupakan landasan kursus bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib jenjang pendidikan dasar dan menengah sebagai pembentuk karakter peserta didik.

“Sesuai UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa Guru Profesional minimal memiliki empat kompetensi dasar yakni kompetensi profesional, pedagogik, sosial dan kepribadian. Harapan saya disaat peserta kembali ke pangkalannya mampu menghidupakn kegiatan kepramukaan di Gugus Depan.

Baca Juga:  Enam Petugas Vaksinator Kapuas Tercebur ke Sungai

“Juga semakin profesional dalam mengkolaborasikan “Merdeka Belajar”dalam era pembelajaran berbasis digital dengan pencapaian tujuan PRO-PHKC (Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas) yakni peningkatan mutu lulusan, profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, peran stakeholder serta implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal,” tegas H. Suwarno Muriyat.