Bapemperda Selesaikan Dua Perda

RAPAT: Wakil Ketua Bapemperda Kapuas. HM. Rosihan Anwar, didampingi Sekretaris Bapemperda Kapuas H. Darwandie bersama anggota, saat melaksanakan rapat, Senin (11/10)./ALH
RAPAT: Wakil Ketua Bapemperda Kapuas. HM. Rosihan Anwar, didampingi Sekretaris Bapemperda Kapuas H. Darwandie bersama anggota, saat melaksanakan rapat, Senin (11/10)./ALH

KUALA KAPUAS,kalteng.co-Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kapuas telah menyelesaikan dua peraturan daerah (perda). Hal ini disampaikan setelah dilakukan rapat antara Bapemperda dengan pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas, Senin (11/10). Rapat ini dipimpin Wakil Ketua Bapemperda Kapuas. HM. Rosihan Anwar, didampingi Sekretaris Bapemperda Kapuas H. Darwandie, dan dihadiri anggota Bapemperda serta eksekutif.
“Kami telah menyelesaikan pembahasan dengan eksekutif, terkait hasil fasilitasi Perda Kabupaten Kapuas tentang protokol kesehatan (prokes),” ungkap dr. HM. Rosihan Anwar, usai rapat.
Selanjutnya, kata Rosihan, analisis hukum Perda perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang pembentukan dan penyusunan perangkat daerah. Dirinya berharap mudahan dengan Perda diselesaikan, maka Pemkab Kapuas dalam menjalankan tugasnya semakin baik.
“Jadi apa yang menjadi hambatan dapat menjadi mudah, serta semakin baik lagi,” jelasnya.
Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, perda berlaku secara general dan yang membatasi adalah Peraturan Bupati (Perbup) yang menjadi teknis pelaksanaan Perda, sehingga tinggal menunggu perbup diterbitkan. Selain itu, perda adalah untuk melakukan pencegahan yang lebih luas penyebaran Covid-19.
“Adanya Perda akan mmbuat suasana lebih nyaman, dan tentu aturan ada penghargaan, serta hukuman,” bebernya.
Rosihan menyampaian, jangan sampai era pandemi ini justru menularkan kepada orang lain, karena tidak patuh dengan Prokes Covid-19, dan ada Perda maka harapan disiplin lebih bagus.
“Tetap menerapkan 6 M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, serta membaca doa,” pungkasnya. (alh/uni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *