Kapuas dan Batola Sepakati Lokasi Jembatan Tabukan-Dadahup

KUALA KAPUAS, Kalteng.co – Rencana pembangunan Jembatan Tabukan-Dadahup yang menghubungkan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalteng dengan Barito Kuala (Batola) Kalsel, mulai ada progresnya.
Setelah adanya rapat antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Drs. Septedy, M.Si, dan Sekda Batola Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc, Rabu (16/3/2022) di Aula Bahalap Pemerintah Kabupaten Batola. Hadir juga dari Pemkab Kapuas, Asisten I dan II, Kepala Bappeda, Kabag Pemerintahan, Sekretaris Dinas PUPRPKP, Kabag hukum dan staf.
Menurut Sekda Kapuas Drs. Septedy, rapat penetapan lokasi rencana Jembatan Tabukan-Dadahup, dan kegiatan kerjasama ini sudah sejak Tahun 2015 dimulai dengan adanya kunjungan Wakil Bupati (Wabup) Kapuas ke Batola. Berdasarkan hasil rapat, diajukan beberapa alternatif lokasi jembatan menghubungkan antara Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Kapuas.
“Setelah pembahasan, disepakati lokasi Jembatan Tabukan-Dadahup berada pada Desa Pantang Baru Kabupaten Batola, dan Desa Muara Dadahup Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas,” ungkap Septedy.
Penentuan lokasi tersebut, lanjutnya, berdasarkan lokasi rencana awal yang telah direncanakan, oleh Balai Jalan Nasional pada Tahun 2011, dan pada rapat ini juga dilakukan penandaan titik lokasi jembatan pada peta. “Peta lokasi yang ditandatangani perwakilan dari kedua belah pihak,” bebernya.
Selanjutnya, kata Sekda, pembiayaan dilakukan dengan dana APBN, sedangkan persiapan kesepakatan dan penentuan jadwal akan dilakukan oleh Bagian Pemerintahan Setda kedua kabupaten yang dilaksanakan pada Minggu ke-3 bulan Maret 2022 bertempat di Kuala Kapuas.
Kemudian penandatanganan Berita acara kesepakatan oleh Pemkab Barito Kuala dan Pemkab Kapuas akan dilaksanakan pada minggu pertama April 2022 pada tempat yang akan disepakati. Rencana pembangunan jembatan diprakarsai, oleh Pemkab Barito Kuala.
“Beberapa nilai positif, ketika jembatan ini terbangun adalah memperpendek jarak orbitasi, ketika warga Kecamatan Kapuas Murung dan sekitarnya ketika ingin ke marabahan. Selain itu meningkatkan aktivitas perekonomian pada masyarakat kedua pihak,” pungkasnya. (alh)



