Jejak Kelam Komika Mongol Stres di Lingkaran Gereja Setan: Kisah Tobat dan Inspirasi Film “Gereja Setan”
KALTENG.CO-Siapa sangka, di balik tawa renyah dan jokes kocak yang sering kita dengar dari panggung stand-up comedy, komika Mongol Stres menyimpan kisah masa lalu yang kelam dan mencengangkan.
Bukan sekadar isapan jempol, Mongol ternyata pernah terjerumus dalam lingkaran gereja setan, sebuah sekte pemuja setan yang tak disangka ada dan beroperasi di Indonesia.
Kisah ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan iman dan keberanian untuk berubah.
Dari Jenderal Satanic Asia Menuju Jalan Taubat
Keterlibatan Mongol Stres dalam sekte sesat ini bukanlah peran sembarangan. Ia bahkan dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Jenderal Satanic Asia, sebuah posisi yang membuktikan betapa dalam ia terjebak dalam dunia tersebut.
Dengan wilayah kekuasaan yang mencakup seluruh Asia, Mongol sempat ikut serta dalam pertemuan-pertemuan penting bersama para pemimpin induk Satanic dari seluruh dunia. Ini menunjukkan betapa serius dan terorganisirnya jaringan sekte ini.
Namun, di tengah posisinya yang “strategis” itu, benih keraguan mulai tumbuh dalam diri Mongol. Setelah sekitar sembilan tahun bergelut di dalamnya, tepatnya pada tahun 1997, Mongol Stres mengambil keputusan besar: ia memilih keluar dari dunia Satanic dan memutuskan untuk bertobat, mendekatkan diri pada ajaran agama yang diyakininya.
“Gua bisa keluar dari Satanic bukan karena kemampuan gua, itu karena karunia Tuhan,” tutur Mongol Stres saat ditemui di bilangan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, belum lama ini. Pernyataan ini menunjukkan kerendahan hati dan keyakinannya bahwa ia dapat terlepas dari jerat sekte tersebut bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan berkat pertolongan ilahi.
Perjalanan Berat Meninggalkan Sekte Setan
Keputusan untuk meninggalkan gereja setan bukanlah hal yang mudah. Mongol mulai berpikir untuk keluar setelah ada seseorang yang menyadarkannya akan bahaya dan kesesatan sekte ini. Hatinya perlahan gelisah, mempertanyakan banyak hal, hingga akhirnya ia membulatkan tekad untuk benar-benar melepaskan diri dari aliran sesat tersebut.
Ancaman yang dihadapi Mongol setelah keluar dari gereja setan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga teror gaib yang menghantuinya di awal masa transisi. “Ancaman terbesarnya bukan yang terlihat mata. Ancaman terbesarnya yang tidak kasat mata,” ungkap Mongol. Namun, ia bisa menghadapi semua itu dengan satu keyakinan: mendekatkan diri kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan akan melindunginya selama ia berada di jalan kebenaran.
Mongol Stres bersyukur dirinya termasuk orang yang berhasil keluar dari cengkraman gereja setan dengan baik. Ia menyoroti perbedaan nasibnya dengan teman-teman mantan anggota Satanic lainnya yang hidupnya dihantui rasa takut dan sengsara. “Teman-teman gua yang mantan Satanic, mereka hidupnya ketakutan. Mau keluar rumah dikawal oleh tiga orang. Kalau gua sendirian kelayapan berani,” ujarnya, menggambarkan betapa berbedanya pengalaman mereka.
Kisah Mongol Stres Menginspirasi Film “Gereja Setan”
Kisah nyata perjalanan Mongol Stres yang berhasil melepaskan diri dari lingkaran gereja setan ini ternyata begitu menginspirasi. Saking kuatnya kisah ini, akhirnya diangkat menjadi sebuah film berjudul “Gereja Setan”, yang rencananya akan tayang di bioskop pada 11 September 2025.
Dalam film ini, Mongol Stres tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga turut bermain peran bersama sejumlah nama familiar lainnya seperti Jonas Rivanno, Kathleen Carolyne, Millen Cyrus, Maddy Slinger, Richard Ivander, Roweina Umboh, Bebby Fey, dan lain-lain.
Tentunya, film ini akan menyajikan perspektif mendalam tentang bahaya sekte sesat dan kekuatan iman dalam menghadapi kegelapan.
Kisah Mongol Stres adalah bukti nyata bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, seberat apapun rintangan yang dihadapi. Keberaniannya untuk berbagi cerita ini diharapkan dapat menjadi peringatan dan inspirasi bagi banyak orang. (*/tur)




