Dewan Dukung Serum ASF Disuntikkan ke Babi

Anggota DPRD Gunung Mas Riantoe foto bersama istrinya.
Anggota DPRD Gunung Mas Riantoe foto bersama istrinya.

KUALA KURUN,kalteng.co – Sebanyak 2.000 dosis bantuan Serum Konvalesen African Swine Fever (ASF) sudah diterima dan mulai disuntikkan kepada hewan ternak babi milik masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas), beberapa waktu lalu. Serum ini berfungsi untuk memacu kekebalan hewan ternak tersebut.

“Kami menyambut baik dan mendukung ternak babi disuntik serum konvalesen ASF, untuk mengurangi jumlah tingkat kematian ternak babi. ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular, dan dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Gunung Mas Riantoe, belum lama ini.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mengatakan, 2.000 dosis serum konvalesen ASF akan disuntikkan kepada hewan ternak yang ada di Kelurahan Kuala Kurun dan Kampuri, Desa Tumbang Hakau, Tanjung Riu, Pilang Munduk, Dahian Tambuk, dan Rangan Tate. “Bagi masyarakat yang memiliki hewan ternak babi, kami berharap dapat segera mendaftarkan ternaknya ke petugas, agar disuntik serum konvalesen ASF,” tuturnya.

Baca Juga:  Harus Segera Evaluasi Pengurus KONI

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) II yang mencakup Kecamatan Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, dan Manuhing Raya ini berharap, agar populasi ternak babi di Kabupaten Gumas dapat terus meningkat, untuk menambah pendapatan masyarakat yang memiliki peternakan babi.

“Kami melihat potensi peternakan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini sangat baik, karena peluang usaha tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gumas Letus Guntur, melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Yuliana Elisabeth mengakui, dari 2.000 dosis, sudah disuntik 259 dosis serum konvalesen ASF untuk 55 ekor hewan ternak babi jantan dan 49 ekor babi betina yang ada di Kelurahan Kuala Kurun. “Setelah Kuala Kurun, penyuntikkan serum konvalesen ASF akan berlanjut ke desa dan kelurahan lain, setelah disisihkan dosis penyuntikan kedua dan ketiga untuk hewan ternak warga di Kelurahan Kuala Kurun,” terangnya.

Baca Juga:  Rakor Lintas Sektoral Tingkat Menteri Bersama Forkopimda Gumas

Dia menambahkan, penyuntikan serum konvalesen ASF terhadap hewan ternak babi dilakukan tiga kali dengan interval waktu 10 hari. Selain itu, ada kriteria hewan ternak babi yang dapat disuntik serum konvalesen ASF, yakni harus betul-betul sehat dan berusia minimal 1-2 bulan,” terangnya. “Nantinya setelah disuntik, akan tetap dipantau sejauh mana efektivitas serum disuntikkan tadi. Apabila ada keluhan dari warga pasca disuntik serum itu, maka bisa disampaikan ke dinas pertanian, dan ini juga akan kami sampaikan ke pusat,” tukasnya. (okt/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *