Harus Segera Evaluasi Pengurus KONI

Gunung Mas ini. Secara terpisah, anggota DPRD Gunung Mas, Iceu Purnamasari mengatakan kita masih memberikan kesempatan pada Ketua KONI Gunung Mas, intinya pihaknya mendukung untuk ketua dapat lebih membina baik pengurus, maupun membina cabor-cabor. “Perlu komunikasi yang intens dengan pengurus, sehingga tidak ada miskomunikasi di lapangan,” ungkap Iceu. (okt/ens)
Anggota DPRD Gunung Mas, Rayaniatei Djangkan

KUALA KURUN,kalteng.co-Dalam pemberitaan sebelumnya, kalangan dewan memberikan saran kepada Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, untuk melakukan perombakan pengurus KONI Gunung Mas saat ini. Meskipun dana hibah untuk KONI setempat di tahun 2022 tetap akan dialokasikan.

Namun DPRD merekomendasikan agar kepengurusan KONI yang ada saat ini perlu dibenahi lagi. Salah satu anggota DPRD Gunung Mas Rayaniatei Djangkan mengingatkan kembali kepada Pemkab Gumas untuk segera melakukan evaluasi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunung Mas saat ini.

“Ya harus segera direvisi pengurus sesuai saran dan masukan fraksi dewan beberapa waktu yang lalu,sehingga pembinaan bidang olahraga dapat di maksimalkan melalui cabang olaharaga yang ada,” ungkap politikus PAN ini saat diwawancara oleh awak media via seluler, Minggu (21/11).

Baca Juga:  Rakor Lintas Sektoral Tingkat Menteri Bersama Forkopimda Gumas

Menurut dia, yang harus dirombak itu baik ketua, sekretaris hingga pengurus di bawahnya yang harus dievaluasi. Semua pengurus yang ada saat ini harus dibenahi. “Rekomendasi dari fraksi dewan belum lama ini, segera untuk dibenahi pengurusnya,” jawab legislator dapil I yang meliputi Kecamatan Sepang, Mihing Raya dan Kurun ini. Dia berharap dengan dievaluasi pengurus KONI Gumas ini, membawa angin segar kembali untuk hidup, dan berkembangnya olahraga-olahraga di kabupaten Gunung Mas ini.

Secara terpisah, anggota DPRD Gunung Mas, Iceu Purnamasari mengatakan kita masih memberikan kesempatan pada Ketua KONI Gunung Mas, intinya pihaknya mendukung untuk ketua dapat lebih membina baik pengurus, maupun membina cabor-cabor. “Perlu komunikasi yang intens dengan pengurus, sehingga tidak ada miskomunikasi di lapangan,” ungkap Iceu. (okt/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *