Kabar DaerahMuara Teweh

Daerah Penghasil Migas sebagai Penggerak Ekonomi

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Batara) mengikuti rapat secara virtual dalam rangka penetapan daerah penghasil dan dasar perhitungan Dana Bagi Hasil (DBH) sumber daya alam migas yang tertuang dalam peraturan pemerintah No 55 Tahun 2005 Pasal 28 tentang dana perimbangan. Dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Batara.

Dalam kegiatan virtual tersebut dihadiri Sekretaris Daerah H Jainal Abidin didampingi Undangan terkait lainya dan di ikuti oleh Sekretaris Daerah/Provinsi /Kabupaten dan Kota, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Pendapatan se-Indonesia.

Kepala Subdirektorat Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi Heru Windiarto menyampaikan metode alokasi prognosa lifting migas yaitu lokasi angka perkiraan Lifting Migas berdasarkan prorate dari alokasi angka perkiraan migas perdaerah penghasil yang telah disampaikan oleh KKKS berdasarkan data alokasi lifting migas per KKKS yang disampaikan oleh SKK migas. Kedua Melalui pendekatan prorate dari alokasi angka perkiraan lifting migas KKKS perdaerah penghasil pada tahun sebelumnya berdasarkan data alokasi lifting migas per KKKS yang disampaikan oleh SKK migas dan terakhir Melalui pendekatan prorate dari alokasi angka realisasi litfing migas KKKS perdaerah penghasil pada tahun berjalan / realisasi triwulan terakhir berdasarkan data alokasi.

“Lebih lanjut kriteria penetapan daerah penghasil minyak dan gas bumi merupakan daerah penghasil untuk wilayah pertambangan di daratan Kabupaten/Kota yang menghasilkan minyak bumi dan gas untuk penerimaan Negara” Jelas Heru Windiarto. Sementara itu Sekretaris Daerah H.Jainal Abidin menyampaikan penetapan daerah penghasil migas merupakan bagian penting guna meningkatkan pendapatan daerah serta peran sumber daya energi minyak dan gas. “Dalam pembangunan daerah merupakan salah satu komoditas vital sebagai sumber energi dan penggerak ekonomi,”Kata H.Jainal Abidin. (adl/ala)

Related Articles

Back to top button