Kemenag Tingkatkan Akses Pendidikan Inklusif, Jumlah Madrasah Inklusif Tembus 1.000 Unit

KALTENG.CO-Kementerian Agama (Kemenag) terus berkomitmen dalam mewujudkan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satu upaya konkretnya adalah dengan meningkatkan jumlah madrasah inklusif. Saat ini, jumlah madrasah inklusif telah mencapai angka yang signifikan, yaitu 1.000 unit.
Data dari Kemenag menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dalam jumlah madrasah inklusif. Jika pada tahun 2021 lalu hanya terdapat 77 madrasah inklusif, kini jumlahnya telah mencapai 1.000 unit. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Kemenag dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi semua anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
Fasilitas Lengkap Dukung Pendidikan Inklusif
Untuk mendukung pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus, Kemenag telah melengkapi madrasah inklusif dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain kursi roda, ramp, guiding block, literasi braille, dan komputer khusus.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif, istri Menteri Agama, Helmi Halimatul Udhma, telah ditunjuk sebagai Bunda Inklusi Kemenag. Hal ini diharapkan dapat semakin meningkatkan perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan inklusif.
Pentingnya Pendidikan Inklusif
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus. “Dengan hampir 50 ribu penyandang disabilitas di madrasah, kita harus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung potensi mereka,” ujar Menag.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Abdul Rouf, juga menegaskan pentingnya pendidikan inklusif. “Kami berkomitmen memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya, Minggu (8/12/2024).
Kemenag tidak hanya berhenti pada penambahan jumlah madrasah inklusif dan penyediaan fasilitas. Ke depan, Kemenag akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan inklusif melalui berbagai program, seperti peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum yang inklusif, dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. (*/tur)



