NASIONALSampit

Pengakuan Anak Pasien Terjebak Rombongan Presiden, Diminta Matikan Sirine dan Rotator Oleh Petugas

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pengakuan anak pasien terjebak rombongan Presiden, diminta matikan sirine dan rotator oleh petugas. Hal itu justru berbanding terbalik dengan pengakuan yang disampaikan oleh kepolisian sebelumnya.

Dimana Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji mengatakan, kita klarifikasi bahwa pada saat itu ambulance yang mau masuk ke Rumah Sakit dr Murjani Sampit memang terhalang dengan warga saking banyaknya yang membeludak sehingga ambulance belum sempat masuk.

“Kami menyayangkan juga dari sopir ambulance yang mana pada saat itu tidak menyalakan rotator, sehingga dari jauh bisa dilihat dan diutamakan masuk ke dalam rumah sakit,” katanya, Kamis (27/6/2024) kemarin. 

Pernyataan itu berbanding terbalik dengan Rina, anak dari pasien di dalam ambulance yang sempat viral dalam durasi 40 detik akibat tertahan rombongan Presiden RI ketika mengunjung Kabupaten Kotawaringin Timur.

Rina menceritakan, bahwa pada saat itu ia menggunakan ambulans milik relawan setempat untuk membawa orang tuanya yang tengah sakit menuju RSUD dr Murdjani Sampit.

“Sebelumnya kami sempat diberhentikan dan mematikan sirene pada saat berada di lampu lalu lintas di perempatan Jalan HM Arsyad. Tidak lama setelah itu diperbolehkan jalan lagi karena membawa pasien,” katanya, Jumat (28/6/2024).

Menurutnya, diperbolehkan jalan itu lagi pun setelah ia berteriak untuk tolong nyawa Ibunya yang sedang sakit ini dan harus segera mendapat penanganan medis di rumah sakit setempat.

Setelah diperbolehkan jalan, sopir ambulans kembali menyalakan sirene dan juga rotator sebagai tanda kedaruratan membawa pasien.

“Sesampainya di depan RSUD dr Murdjani, kami diberhentikan kembali. Padahal saat ini rombongan dari Bapak Presiden masih jauh dan harusnya kami masih sempat untuk menyeberang memasuki rumah sakit,” urainya.

Lagi-lagi, sopir diminta untuk menghentikan laju ambulans tersebut bersamaan juga mematikan siriene oleh seorang petugas aparat keamanan yang ketika itu sedang berjaga mengamankan jalur.

“Kalau diperkirakan kami diminta berhenti selama 15 menit sampai rombongan Presiden melewati kami,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika ibunya bernama Sriyati (85) tersebut dibawa menggunakan ambulance karena mengalami sakit sesak nafas, darah tinggi, dan sakit lambung. Saat diberhentikan, Sriyati pasien yang berada di dalam ambulance mengalami kritis sudah sesak nafas.

“Saat itu, Ibu saya tidak memakai oksigen, karena di dalam ambulance tidak ada tabung oksigen akibat sedang habis. Saat menunggu lewatnya rombongan itu, ibu sesak nafas dan kondisinya menurun,” cecarnya.

Disebutkannya, yang memberhentikan dan meminta sirene dimatikan bukan rombongan Paspampres, melainkan petugas polisi yang sedang menjaga jalur rombongan Presiden yang ketika itu sedang lewat.

“Kami sama sekali tidak menyalahkan Bapak Presiden atau rombongannya, tetapi diduga oknum polisi yang memberhentikan kami, entah itu polisi atau apa kami tidak tahu. Namun yang pasti pakaiannya polisi dan mengenakan topi, jelas dalam video,” tutupnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN 

Related Articles

Back to top button