Bahasa Daerah Harus Terus Dilestarikan

Bahasa Daerah Harus Terus
Toga Hamonangan Nadeak

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Bahasa daerah harus terus dilestarikan. Tidak dapat dipungkiri, majunya era globalisasi telah membawa dampak positif bagi ekonomi, hingga kemudahan dalam berinteraksi.

Meski memberi dampak positif, globalisasi juga memberi dampak negatif terhadap penggunaan bahasa daerah yang sejatinya mencerminkan budaya dan bahasa bangsa Indonesia.


“Masuknya bahasa luar melalui berbagai macam media membuat bahasa daerah menjadi terpinggirkan. Dengan begitu penggunaannya mulai luntur sangat drastis,” kata Anggota Komisi I DPRD Kalteng Toga Hamonangan Nadeak, saat dibincangi Kalteng.co, Senin (8/11/2021).

Baca Juga:  Bahasa Daerah Harus Dilestarikan Masyarakat

Menurut legislator yang membidangi Hukum, Pemerintahan dan Keuangan ini, lunturnya bahasa daerah disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya seperti penggunaan bahasa dalam lingkungan keluarga, pendidikan, serta kurangnya menciptakan generasi penerus untuk berbahasa daerah.

“Dalam lingkungan keluarga contohnya, orangtua lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia berkomunikasi sehari-hari bersama keluarga dan anak-anaknya. Penggunaan bahasa daerah justru tidak digunakan dan diajarkan kepada anak-anaknya. Ini menjadi salah satu penyebab bahasa daerah menjadi terpinggirkan,” ucap Politisi muda Partai NasDem Kalteng ini.

Baca Juga:  Dishub Raih Penghargaan Pengelolaan Layanan Publik