Fairid Napirin Imbau Warga Jangan Membakar Lahan

Lebih lanjut pria pemilik Dits racing ini menyampaikan, pemadaman kebakaran karhutla di lahan gambut sangat berbeda dari pada penanganan karhutla biasanya di mana penanganannya benar-benar insensif.
Dari awal pemadaman karhutla, sampai proses pendinginan lahan untuk memastikan bahwa bara api yang ada di dalam tanah benar-benar padam sehingga lahan yang sudah di padamkan tidak terbakar kembali.
Maka dari itu Fairid kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar bisa mengurangi dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan demi menjaga lingkungan dan hutan dari adanya bencana Karhutla.
“Puncak cuaca musim kemarau di perkirakan pada bulan agustus, maka dari itu mulai bulan juni sampai agustus masyarakat di minta menahan diri agar tidak melakukan aktivitas membersihkan lahan dengan membakar,” pungkasnya. (ahm)




